Food · Traveling

Review Ikinari Steak

   Nama Ikinari Steak sepertinya cukup dikenal di kalangan wisatawan Indonesia. Saking banyaknya request dari tamu untuk memasukkan Ikinari Steak ke dalam itinerary mereka, Gadis Ransel jadi penasaran sama tempat satu ini. Jadi, apa salahnya mencoba makan dan mereviewnya?

   Pas liburan ke Fukuoka untuk merayakan New year’s Eve akhir 2018 kemarin, Gadis Ransel tetiba pengen banget makan steak. Awalnya sih mau makan steak di salah satu kedai yang pernah muncul di salah satu program liburan TV Korea dengan budget terbatas. Adakah yang tahu nama programnya? Yup, betul sekali nama programnya adalah Salty Tour atau juga disebut 짠내 투어.

   Sayangnya selama lima hari di sana kedai steak ini selalu antri nggak ketulungan. Oke deh, jadi skip aja! Lalu tiba-tiba teringat nama Ikinari Steak. Akhirnya kita putuskan untuk makan di Ikinari Steak yang untungnya dekat dengan penginapan. Ternyata antriannya ngalah-ngalahin kedai pertama yang mau dituju. Tapi Gadis Ransel keukeuh menunggu!

   Buat teman-teman yang belum tahu tentang Ikinari Steak, ini adalah steakhouse franchise di Jepang. Lokasinya ada di seluruh penjuru Jepang dan mudah ditemukan. Pada peak hours seperti makan siang dan malam, teman-teman harus siap mengantri. Gadis Ransel sendiri mengantri kurang lebih 1 jam. Tak hanya terkenal di kalangan wisatawan, tempat makan ini juga sangat terkenal di antara para lokal. Sembilan puluh lima persen pengunjung malam itu adalah penduduk lokal.

   Sambil mengantri, Gadis Ransel memotret papan menu yang dipajang di depan toko sambil memilih-milih menu.

Menu di Ikinari Steak
IMG-6500
Daging pilihan beserta harganya

   Nah kalau teman-teman lihat papan menu di atas, daging yang dijual di Ikinari Steak ini bukan dihargai per porsi tapi per gram. Harga paling murah adalah Rib Eye dengan harga 6.9 Yen/gramnya.

   Setelah satu jam menunggu akhirnya Gadis Ransel dapat tempat juga! Karena sudah nggak tahan lapar, Gadis Ransel setuju ketika salah satu waiter menawarkan standing eat. Karena semua kursi masih penuh dan harus menunggu another 30 menit lagi kalau mau duduk.

img-6502.jpg
Meja nomor 54

   Nah bagaimana cara memesan di Ikinari Steak? Teman-teman silahkan menuju tempat timbangan daging. Disana, juru masak akan menanyakan jenis daging apa yang diinginkan beserta beratnya. Misalnya, Gadis Ransel ingin memesan Sirloin seberat 200 gram dan Tenderloin seberat 300 gram. Setelah mengkonfirmasi jenis dan beratnya, juru masak akan memotongkan dagingnya di depan Anda. Memang tidak pas 200 gram dan 300 gram, tapi mendekati berat yang diinginkan.

   Para juru masak menyarankan untuk menikmati steak yang dimasak rare supaya dagingnya lebih terasa. Namun apabila teman-teman lebih suka medium atau well done silahkan mengkonfirmasi ke mereka. Bila tidak, sudah pasti steak pesanan Anda akan dimasak dan dihidangkan rare.

   Sambil menunggu steak pesanan datang, pelayan memberikan kami alas makan dari kertas. Wow! Bagus juga idenya. Awalnya sih Gadis Ransel merasa nggak perlu make. Tapi pelayan di sana memberikan isyarat bahasa tubuh dengan Bahasa Inggris ala kadarnya untuk memakainya. Hahahaha…Dan memang semua pengunjung di sana pakai ini lho!

IMG-6503
Alas makan dari kertas

   Selain memesan steak, Gadis Ransel memesan dua gelas bir seharga 270 Yen/gelas. Sebenarnya bila memesan draft beer harganya lebih murah dengan isi lebih banyak. Tapi takut nggak habis haha. Buat kalian yang suka minum bir bisa coba datang pukul 15:00-18:00. Pada jam itu mereka mengadakan happy hour dengan diskon 50% untuk bir!

IMG-6505
Segelas bir seharga 270 Yen

   Dan akhirnya pesanan datang juga! Sudah nggak sabar buat nyobain. Secara Gadis Ransel sudah menunggu 1 jam plus plus sampai steak di hidangkan di meja.

IMG-6507
Tenderloin steak
IMG-6506
Sirloin steak
IMG-6509
Steak yang dimasak rare

   Steak yang dihidangkan sudah termasuk jagung dan bawang bombay. Oh ya, buat teman-teman yang ingin menikmati steak bersama dengan sayuran, mereka juga menyediakan tambahan topping dengan harga 100 Yen seperti brokoli, jagung, kentang, bawang bombay dan buncis.

IMG-6513
Pilihan sayuran topping

   Steak yang disajikan ini dapat dimakan bersama beberapa saus yang disediakan di sana. Bahkan mereka juga menjual saus ala Ikinari lho!

IMG-6511
Berbagai macam saus yang tersedia

   Buat Gadis Ransel sendiri standing eat adalah pengalaman tersendiri! Beberapa kali Gadis Ransel menikmati makanan sambil berdiri dan mengobrol bersama teman di Jepang. Misalnya saja saat bersantap di Izakaya. Bagi teman-teman yang tidak suka  atau tidak biasa memang sebaiknya pilih menikmati steak di bangku saja.

Saatnya membayar nih, berapa sih habisnya?

IMG-6512
Harga steak

   Jadi, jenis steak yang dipesan tadi adalah Sirloin dan Tenderloin. Untuk Sirloin dengan harga 8,2 Yen/gram dengan berat 242 gram harganya menjadi 1.984 Yen ditambah tax sebesar 8% menjadi 2.143 Yen. Sedangan untuk Tenderloin dengan harga 9 Yen/gram dengan berat 292 gram harganya menjadi 2.628 Yen ditambah tax sebesar 8% menjadi 2.839 Yen. Kemudian total harga dua gelas bir seharga 270 Yen/gelas ditambah tax menjadi 583 Yen. Total yang Gadis Ransel habiskan sebesar 5.565 Yen. Saat membayar, teman-teman juga bisa menggunakan kartu debit atau kredit. Untuk ukuran Gadis Ransel harga ini cukup mahal bahkan meskipun di kurskan dalam Korean Won. Meskipun sebelumnya sudah pernah mencoba makan steak yang lebih mahal namun worth dengan kelembutan dagingnya.

Overall, steak yang disajikan memang terasa fresh. Bahkan teman-teman juga bisa melihat sendiri proses pemanggangannya. Bagi Gadis Ransel sendiri, bila memang punya budget berlebih saat travel ke Jepang silahkan mencoba makan di Ikinari Steak, namun bukan suatu kewajiban harus makan di sini ya!

Meskipun banyak review yang mengatakan bahwa steak ini enak dan wajib dicoba. Bahkan beberapa di antaranya mengatakan murah, ada baiknya buat first timer ke Jepang mencoba makanan lain yang lebih khas dan tradisional Jepang.

Namun bagi teman-teman penyuka kuliner, tempat ini bisa dimasukkan ke dalam list rencana perjalanan untuk menikmati sesuatu yang berbeda 😀 . Gunakan bantuan google map untuk menemukan lokasi terdekat dengan penginapan atau atraksi yang dikunjungi saat ke Jepang.

Selamat berlibur ke Jepang 😀 .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s