Tips

Tips Menyusun Itinerary Liburan

Halo pembaca Gadis Ransel!

Kali ini saya akan berbagi tips menyusun itinerary liburan yang oke dan kece ya. Ada banyak pertanyaan yang masuk tentang bagaimana cara menyusun itinerary yang baik sebelum berangkat liburan. Memang itinerary ini cukup penting dan tidak boleh diabaikan. Namun lebih dari itu, jangan sampai liburan Anda terikat dengan itinerary!

Mengapa saya katakan begitu? Ini karena belajar dari pengalaman saya pribadi dari liburan yang telah saya lalui di berbagai negara. Ketika saya berpikiran “kaku” dan harus ikut rencana perjalanan yang saya buat ternyata saya sendiri tidak enjoy. Akhirnya semakin kesini, liburan saya atur dengan santai, selow, menikmati, eksplor sebanyak-banyaknya di satu tempat dan nyaman. Bukankah sebenarnya ini esensi dari liburan?

Nah sebelum menyusun itinerary liburan Anda ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mau tahu apa saja? Simak hal-hal berikut!

 

1. Ketahui tipe Anda

  Secara general dari berbagai liburan yang telah Anda lalui, Anda pasti tahu dan mengenali tipe traveler seperti apa. Tipe pertama adalah traveler yang benar-benar menikmati di satu tempat dan mengeksplor cukup mendalam ada apa di tempat tersebut (bahkan yang ekstrim mungkin ingin tahu sejarahnya pula). Sedangkan tipe kedua adalah asal sudah berkunjung, ambil bukti foto di spot yang bagus dan pergi ke tempat lainnya sesegera mungkin agar dapat mengunjungi banyak tempat pada satu hari kunjungan.

   Saya sendiri adalah tipe pertama. Jadi ketika berkunjung ke satu tempat akan membutuhkan waktu kunjung yang cukup lama. Tidak hanya 10-20 menit namun bisa sampai 1 jam atau lebih tergantung lokasi. Pertama karena saya ingin benar-benar menikmati apa yang ada di sekitar tempat tersebut karena belum tentu bisa datang dua kali. Kedua karena saya suka memotret, maka saya memotret obyek-obyek menarik di tempat tersebut termasuk hal kecil yang mungkin tidak digubris traveler lain seperti bunga yang tumbuh di sekitar area, ukiran dinding, orang yang berlalu lalang dan sebagainya.

   Jadi, sangat penting mengenal tipe Anda sendiri dalam liburan. Hal ini sangat membantu menyusun itinerary yang efektif nantinya.

2. Kenali negara yang akan Anda tuju

   Mengenali negara yang akan Anda tuju adalah hal yang sangat penting. Dengan begitu Anda bisa menjaga sikap saat berkunjung. Ingat pepatah “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Hal ini juga berlaku ketika Anda berkunjung ke sebuah negara. Akan ada aturan-aturan yang harus Anda ikuti meskipun bagi Anda ada yang tidak masuk akal. Contoh terkecil adalah saat berdiri di eskalator manapun di Tokyo. Mereka akan mengosongkan bagian kiri bagi mereka yang berjalan terburu-buru, dan akan berjajar rapi di sebelah kanan di jalur lambat. Lain halnya dengan area Osaka yang kebalikannya. Sedangkan (maaf) di Indonesia sendiri mereka memakai kedua jalur. Jadi kalau ada orang yang buru-buru mau tidak mau harus menunggu. Bahkan saya pernah melihat di stasiun kereta Jakarta yang masih baru saja beroperasi. Beberapa orang yang tidak sabaran naik ke eskalator arah turun dan melawan arah dengan berlari ke atas karena tidak sabar mengantri  di eskalator naik. Tentu saja hal ini berbahaya, dan jauh lebih dari itu : BAD MANNER!!

   Contoh lain yang mungkin agak aneh bagi saya adalah ketika Anda berkunjung ke Rusia, tersenyum dengan gigi bagian atas dan bawah terlihat dikategorikan sebagai hal yang tidak sopan. Selain itu, apabila perut Anda berbunyi karena lapar juga merupakan hal yang tidak sopan. Karena bagi mereka, secara pribadi Anda harus tahu kapan jam makan dan makanlah sebelum lapar, Hal yang kontras dengan Jepang dan Korea dengan Rusia (dan mungkin negara lain) adalah saat menyantap mie. Saat menyantap mie apapun di Jepang dan Korea, mengeluarkan bunyi “slurp” itu adalah wajar dan bagi mereka itu adalah cara menikmati mie! Namun jangan coba hal ini di Rusia, semua orang di restoran akan menoleh pada Anda!

Sekali lagi kenali do’s & dont’s di negara yang akan Anda tuju.

3. Fokus destinasi yang Anda inginkan

   Pekerjaan saya saat ini adalah itinerary planer alias perencana liburan bagi Anda yang tidak punya waktu untuk mencari transportasi dan informasi lain yang sekiranya dibutuhkan. Seringkali dari pemesan yang saya dapatkan mereka kurang mengetahui destinasi apa yang benar-benar mereka ingin kunjungi. Hanya secara general memilih obyek A atau B karena bagus (kata teman yang sudah berkunjung kesana), jadi kemudian hanya ikut mencomot destinasi tersebut untuk dikunjungi.

   Ada baiknya menyempatkan googling mengenai tempat yang ingin Anda datangi. Kalau memang tidak ada waktu untuk mencari secara mendalam, Anda bisa dengan mengetik di laman google dengan kata kunci nama kota + top visit. Misalnya Anda akan berkunjung ke Seoul. Maka ketiklah Seoul top visit. Anda akan mendapatkan beberapa gambaran destinasi wisata di sana. Anda bisa berkonsultasi dengan itinerary planner tempat Anda memesan atau mengetik nama destinasi tersebut di google untuk mencari tahu lebih lanjut.

Kemudian cari tahu apakah Anda suka city scrapper, landscape, belanja, kuliner atau campuran dari pilihan tadi. Sehingga Anda bisa memilih destinasi dan membaginya dengan rata saat Anda berkunjung.

4. Memilih Akomodasi

   Memilih akomodasi juga harus diperhitungkan. Tentunya lokasi yang berdekatan dengan sarana transportasi adalah pilihan yang baik. Apabila Anda akan sering bepergian ke countryside dan pulang pergi dari satu kota yang sama maka lebih baik tinggal di dekat stasiun/terminal besar. Sedangkan apabila Anda hanya berkeliling di dalam kota yang sama, maka tinggal dimanapun dekat dengan stasun/halte bus tidak akan ada masalah.

Seringkali ada pesan masuk menanyakan rekomendasi penginapan yang bagus dan murah. Sekali lagi kata bagus dan murah adalah relatif bagi setiap orang. Saya pribadi sebagai itinerary planner jarang merekomendasikan nama. Biasanya saya hanya akan memberikan nama daerah yang sesuai dengan destinasi yang Anda tuju dalam liburan.

   Kemudian, Anda haruslah cukup smart dalam memesan penginapan. Apabila dalam itinerary Anda ada kunjungan ke luar kota yang bisa dijangkau dengan transportasi umum dengan mudah maka sebaiknya Anda melakukan return journey. Contohnya apabila Anda ingin mengunjungi Osaka, Kobe, Kyoto dan Nara. Ada baiknya stay di satu kota saja misalnya pilih Osaka dan gunakan return journey dalam mengunjungi kota-kota lainnya. Percayalah, pindah-pindah penginapan hampir setiap hari atau bahkan 2-3 hari sekali adalah hal yang cukup merepotkan, memakan waktu dan tenaga. Kecuali Anda light traveler alias hanya bawa satu backpack maka akan mudah untuk berpindah-pindah tempat.

   Tips memilih akomodasi yang tepat dan cepat adalah silahkan buka google map dan ketik penginapan + nama daerah yang Anda inginkan. Contoh : Penginapan di Stasiun Kawaguchiko. Akan muncul berbagai macam akomodasi beserta harga dan bintang penilaiannya. Dari situ Anda sudah bisa mengira-ngira dan mendapatkan penginapan yang lumayan dibandingkan masuk ke situs pencarian hotel dan mengeliminasi satu per satu. Apabila ingin melihat kamar lebih jauh silahkan pergi ke situs penginapan tersebut. Apabila tidak ada, Anda bisa melihatnya di situs pencarian hotel.

5. Estimasi Waktu

   Ini adalah hal krusial yang banyak dilupakan orang-orang dalam menyusun rencana liburan. Untuk negara-negara besar dengan transportasi umum yang sudah bagus dan tertata dalam sehari Anda mungkin bisa mengunjungi 3-4 tempat. Tentunya ini disesuaikan kembali dengan Anda. Apakah Anda adalah traveler dengan orang tua atau anak-anak yang membutuhkan waktu berpindah lokasi lebih banyak. Atau Anda adalah sekelompok orang muda yang cukup gesit dalam berpindah-pindah.

   Negara-negara maju dengan transportasi yang sudah tertata akan membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan di Indonesia yang sudah terbiasa dengan kendaraan pribadi baik motor atau mobil. Anda harus mengestimasikan waktu jalan kaki dari penginapan ke stasiun, jalan kaki di area stasiun (menuju platform), transfer antar jalur (bila mungkin), naik turun tangga subway (meskipun ada eskalator/lift namun terbatas), serta jalan kaki dari subway ke lokasi wisata. Hal detail inilah yang seringkali tidak dipikirkan oleh para pelaku liburan.

   Maka saran saya, dalam satu hari mengunjungi 3-4 destinasi adalah cukup. Anda sebaiknya tidak pulang terlalu malam ke penginapan agar dapat tidur cukup dan bisa bangun pagi untuk jadwal perjalanan esok harinya.

6. Sesuaikan Budget

   Jangan memaksakan mengunjungi tempat wisata dengan tiket masuk yang mahal apabila memang budget Anda tidak cukup. Sebagai contoh Anda ingin ke Universal Studio dengan tiket seharga hampir satu juta rupiah. Apalagi Anda sejatinya bukan penyuka wahana, hanya karena ingin masuk atau ikut-ikutan saja. Berfoto di depan lambah Universal Studio saja sudah cukup, dan gratis.

   Namun apabila Anda tidak masalah dengan travel budget, maka tidak ada salahnya pula menikmati banyak hal asal masih dengan harga yang masuk akal. Bagi Anda yang ingin merasakan dan menikmati pengalaman lokal seperti cooking class, membuat kerajinan tradisional, upacara teh, kelas menari, pertunjukan geisha dan lain sebagainya silahkan cek lebih lanjut apakah harga yang ditawarkan sebanding dengan apa yang akan Anda dapatkan. Hal ini bisa Anda lakukan dengan melakukan pengecekan review dari orang-orang yang melakukan sebelumnya. Jangan sampai Anda membayar mahal dan rugi! Bandingkan beberapa tempat penyedia aktivitas yang sama dan pilihlah yang terbaik.

   Memanfaatkan situs diskon juga tidak ada salahnya! Saya sangat merekomendasikan beberapa situs liburan penyedia diskon tiket wahana seperti Go Voyagin, Klook, dan situs lokal Korea seperti Trazy dan lainnya. Saya sendiri selalu memanfaatkan mereka untuk mendapatkan tiket yang lebih murah dan mengalihkan budget yang bisa saya hemat untuk keperluan lainnya.

7. Lain-lain

   Di jaman yang sudah serba modern ini Anda tidak perlu bingung ketika tersesat. Ada banyak aplikasi yang akan membantu Anda dalam liburan. Silahkan mengunduh aplikasi yang disarankan di sebuah negara yang akan Anda tuju. Misalnya saja Anda ingin mengetahui rekomendasi tempat makan di Jepang, silahkan mengunduh Guru navi (atau Halal navi bila Anda membutuhkan panduan makanan halal). Anda tidak bisa berbahasa negara setempat? Silahkan mengunduh aplikasi iTranslate yang akan mengubah suara Anda dalam bahasa setempat. Aplikasi subway dan bus di semua negara juga tersedia, manfaatkan smartphone Anda!

 

Dengan mempertimbangkan tujuh hal diatas, pastinya Anda sudah bisa memulai menyusun itinerary dengan sendirinya. Jangan lupa itinerary yang baik adalah perencanaan yang efektif dengan nilai kesuksesannya dilihat dari tingkat keberhasilan Anda mengunjungi semua tempat yang sudah dituliskan. Bukan dari banyaknya tempat yang Anda ingin kunjungi bisa masuk dalam rencana namun pelaksanaannya di lokasi banyak yang tidak tercapai. Apabila Anda membutuhkan jasa itinerary Gadis Ransel. Anda bisa melihat ketentuannya di halaman ini.

Selamat menyusun itinerary!

Iklan

Satu tanggapan untuk “Tips Menyusun Itinerary Liburan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s