Traveling

Mengunjungi Mara-do Jeju

Pulau Jeju menjadi magnet tersendiri untuk para wisatawan. Kebijakan pemerintah Korea untuk memberikan bebas visa kepada para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Jeju menurut saya sangat berhasil. Hal ini terlihat dari ramainya bandara Jeju oleh turis asing yang ingin menjelajah Pulau Jeju.

Saya sendiri mengagumi Pulau Jeju karena seringnya tampil di drama dan sejumlah variety show Korea. Kunjungan ke Korea Selatan tidak saya sia-siakan dengan melewatkan Pulau Jeju. Setelah hunting tiket, saya mendapatkan penerbangan murah dengan menggunakan Jeju Air hanya sebesar 19.500 Won sudah termasuk biaya airport tax dan fuel surcharge dari Seoul!

Sebenarnya Pulau Mara atau dalam Bahasa setempat disebut dengan Mara-do tidak ada dalam rencana perjalanan saya. Lalu kenapa bisa saya ke Mara-do? Saya berkenalan dengan teman sekamar saya di hostel dan mengikuti dia sampai ke Mara-do tanpa searching terlebih dahulu ada apa di Mara-do. Tapi itulah perjalanan yang seru, selalu ada hal yang tak terduga!

Saya menginap di kota Jeju yang berjarak sekitar 1,5 jam dengan bus dari pelabuhan Mara-do. Oleh karena itu, kalau ingin mengunjungi Mara-do saya sarankan sepagi mungkin berangkat dari penginapan, tentunya setelah mendapatkan sarapan di hostel.

Pulau Jeju sangat mudah dijelajahi dengan menggunakan bus umum. Selama di Jeju saya selalu menggunakan bus umum, kadang kala juga dengan taksi. Itupun karena saya berbanyak dengan tamu hostel lainnya yang memiliki tujuan yang sama, sehingga bisa patungan.

Cara menuju ke Mara-do dari Jeju

Dari Jeju Intercity Terminal/Jeju Airport :ย Naik bus nomor 755 turun di Moseulpo Hang (Pelabuhan Moseulpo).

Begitu turun di halte, segeralah cari Moseulpo-port office. Nah, sampai di sini tugas selanjutnya adalah membeli tiket. Kemarin saya malah kelewatan mencari pelabuhan ini karena asyik lihat kanan-kiri. Nah di konter ini tidak hanya menjual tiket ke Mara-do tapi juga ke Gapa-do. Kalian tinggal pilih ingin mengunjungi yang mana. Sebelum ke konter pembelian, penumpang diharuskan mengisi lembar pemesanan tiket yang terletak di dekat loket. Pada saat di loket selain menyerahkan lembaran pemesanan tiket, harus juga menyerahkan kartu identitas. Saya kemarin sih pakai paspor.

DSC_0245
Bangunan putih adalah kantor penjualan tiket ke Mara-do dan Gapa-do
DSC_0247
Tiket yang harus diisi sebelum antri ke konter
DSC_0249
Konter pembelian tiket. Bisa gunakan uang cash atau transaksi dengan kartu.
DSC_0250
Tiket pulang pergi ke Mara-do

 

Kapal berangkat hampir setiap jam dari pelabuhan Moseulpo dari jam 10:00 sampai 16:00. Petugas akan bertanya, pukul berapa akan kembali dari Mara-do. Sebetulnya tidak ada batasan kapan kita harus pulang dari Mara-do. Kita bisa berlama-lama disana. Hal ini untuk memastikan jumlah penumpang yang akan menumpang di kapal. Saya berangkat ke Mara-do pada pukul 11:10 dan memutuskan kembali pada pukul 1 siang. Namun bila masih ingin lama, kami ingin kembali pada pukul 2 siang meskipun di tiket sudah jelas tertulis kembali pada pukul 1 siang.

Lokasi pemberangkatan tidak jauh dari tempat penjualan tiket. Cukup berjalan sekitar 5 menit saja. Kalau bingung harus kemana, ikuti saja rombongan orang banyak. Hanya ada satu jalan menuju ke pelabuhan kecil yang dekat dengan house light warna merah.

DSC_0236
Suasana di sekitar pelabuhan
DSC_0243
Suasana sekitar pelabuhan
DSC_0241
Kapal nelayan yang bersandar
DSC_0240
Suasana sekitar pelabuhan
DSC_0242
Kantor polisi kelautan
DSC_0243
Suasana sekitar pelabuhan
DSC_0238
Titik keberangkatan dekat dengan light house warna merah

 

DSC_0253
Ruang tunggu kapal ferry. Saya satu-satunya makhluk bermata besar dan berkulit gelap hahaha ๐Ÿ˜€

DSC_0258DSC_0256DSC_0255DSC_0269

Harga tiket ke Mara-do pulang pergi sebesar 18.000 Won termasuk dengan asuransi sebesar 1000 Won. Perjalanan ke Mara-do ini memakan waktu kurang lebih sekitar 30 menit dengan menggunakan kapal ferry tanggung. Kapal ini cukup bagus dan nyaman. Tersedia TV, AC, dan juga kantin kecil yang menjual air dan beberapa makanan ringan serta cup noddles. Awalnya saya duduk di luar sambil menikmati pemandangan laut. Namun karena angin bertiup cukup kencang, dan goncangan ombak yang lumayan kencang sepuluh menit sebelum kapal mendarat saya pindah ke dalam. Kebetulan cuaca pada hari itu lumayan bagus dimana hari lainnya cuaca kurang bersahabat seperti turun hujan dan angin kencang. Meskipun begitu, bulan April cukup dingin untuk saya, seorang gadis tropis :D.

Nah begitu kapal menunjukkan tanda-tanda mendarat saya langsung excited pegang kamera siap-siap membidik coastal line dari Mara-do yang menurut saya sangat menarik, tidak ada di Bali. Pengunjung Mara-do hari itu cukup banyak, sehingga jalan terasa cukup sempit setelah turun dari kapal, meskipun setelahnya tidak.

DSC_0259DSC_0263DSC_0262DSC_0261DSC_0272DSC_0273DSC_0274DSC_0280DSC_0276DSC_0277DSC_0279

Apa sih yang khas di Mara-do? Tentu saja Jajjangmyeon. Orang-orang berbondong-bondong ke Mara-do untuk menikmati jajjangmyeon alias mie saus kecap yang sangat terkenal itu. Begitu jalan sekitar 300 m, sudah banyak berjajar tempat makan yang menjual janjjangmyeon, jjambong (mie pedas dengan seafood) dan juga makanan laut lainnya. Karena saya sampai saat makan siang, berhentilah saya di sebuah kedai secara random yang banyak orangnya dan memesan jajjangmyeon.

DSC_0282
Mentimun laut

DSC_0294

DSC_0293
Infinity Challenge Yoo Jae Seok pernah syuting disini!!

DSC_0291DSC_0290DSC_0285

Ini makanan Korea pertama saya. hanya seharga 6000 Won saja, semangkuk Jajjangmyeon siap dihidangkan. Sedikit takjub karena tempat ini self service dimana saya harus menyiapkan sendiri peralatan makan seperti sumpit dan garpu serta gelas, minuman, sertaย side dish atau disebut banchan dalam bahasa setempat. Ada aturan di tempat makan ini apabila side dish atau banchan tidak habis maka diharuskan membayar sebesar 200.000 Won. Alias 2 juta rupiah! Alamak, tiket ke Jeju saja tidak semahal itu! Menurut saya ini adalah upaya agar tidak ada side dish yang sisa dan berujung pada pembuangan.

Bukan gadis ransel namanya kalau makanan masih bersisa. Dalam waktu sekejap side dish sudah habis karena laparnya, bahkan sebelum menu utama datang. Saya sendiri sampai nambah side dish dua kali, doyan apa rakus yak hahaha :D.

DSC_0286DSC_0287DSC_0288

Selesai makan berdua dengan teman saya kami menjelajahi Mara-do. Sebenarnya pulau ini sangat kecil. Yang saya amati, apa yang dilakukan turis adalah makan, mengelilingi pulau Mara di sepanjang coastal line nya yang bagus buat saya terutama untuk foto-foto. Tak hanya itu saja, ada beberapa tempat menarik untuk dikujunjungi pula seperti Kuil, sebuah Gereja Katolik kecil, dan light house. Namun karena ferry selanjutnya berangkat 15 menit kemudian saya tidak dapat menjelajahi dengan seksama. Meskipun begitu, saya sempat mengabadikan beberapa sudut cantik yang ada di Mara-do.

DSC_0295DSC_0339

DSC_0336
Papan penangkap cahaya matahari ada juga disini!
DSC_0335
Katedral Mara-do

DSC_0334DSC_0325DSC_0323DSC_0322DSC_0317DSC_0316

DSC_0315
Museum

DSC_0314DSC_0313

DSC_0311
Kuil

DSC_0307DSC_0303

DSC_0299

Dengan setengah berlari menuju ke perahu ferry yang bersandar, saya masih sempat komat-kamit supaya tidak ditinggal perahu. Dan pada akhirnya memang saya menjadi penumpang terakhir yang masuk ke perahu. Masih dengan sedikit jantungan saya meminta tolong teman saya mengabadikan foto saya sebelum kapal benar-benar berangkat meninggalkan Mara-do. Perjalanan kembali ke Pulau Jeju saya habiskan dengan tidur di kapal.

Saran saya ketika berkunjung ke Mara-do, nikmatilah perjalanan disana. Setidaknya luangkanlah waktu 2 jam agar bisa puas berfoto-foto ke semua ikon di Mara-do sambil menikmati pemandangan alamnya. Ketika ingin mencicipi makanan di Mara-do berjalanlah sedikit menjauh dari jajaran rumah makan begitu sampai di Mara-do untuk menghindari antrian pesanan. Beberapa tempat makan yang letaknya agak ke belakang sedikit sepi, sehingga bisa menghemat waktu menunggu.

Tunggu apalagi? Mara-do menunggumu untuk dijelajahi!

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s