Food · Traveling

Kuliner Maknyuss di Korea Selatan

Trip dan kuliner adalah hal yang menurut saya nggak bisa dipisahkan. Tipe jalan saya memang backpacker, namun untuk urusan menjajal kuliner lokal saya beralih menjadi flashpacker. Memang benar bahwa tidak harus pergi ke sebuah daerah/negara untuk mencicipi makanannya. Meskipun di Bali ada banyak restoran Korea namun bagi saya akan terasa bedanya bila menjajal makanan tersebut di negara asalnya.

Selama 12 hari di Korea Selatan saya selalu mencoba berbagai makanan khas disana. Tak hanya itu, jajanan pinggir jalan juga tak lupa saya coba. Meskipun pengeluaran di makanan menjadi sedikit bombastis setidaknya saya tidak menyesal seperti ketika berlibur ke Jepang. Saking ingin irit, jadi tidak bisa mencoba dengan bebas makanan ini itu.

Karena saya sudah bertekad untuk mencicipi makanan khas disana, saya sudah menyiapkan catatan apa saja yang ingin saya makan ๐Ÿ˜€ :D. Syukurlah sebagian besar keturutan. Sebenarnya semua bisa saja dicoba, namun ada beberapa hari dimana saya keasyikan jalan-jalan sampai lupa makan. Dan itu sungguh terjadi! Jangan ditiru ya hahaha ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Nah sebelum saya share gambar-gambar yang menggoda dan bikin perut keroncongan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Porsi makan mereka itu jumbo. Kalau kamu tipe orang yang makan sedikit sudah kenyang, saran saya lebih pergi bersama teman biar adaย yang membantu menghabiskan. Kebetulan saya pergi bersama teman dan dia sering nggak habisin makanannya. Rejeki buat saya deh hahaha :D. Ada juga yang menyediakan porsi berdua sampai berbanyak. Rasanya makan di Korea akan lebih seru ketika berbanyak.

Sekali makan berharga sekitar 5.000-12.000 Won dan itu tergantung menunya. Jadi pintar-pintar saja mencari warung makan yang murah. Kalau saya sih memang blusukan ke pasar dan di gang-gang sempit. Menemukan warung makan cukup mudah kok di Korea Selatan. Terkadang juga saya selingi dengan makan di mall, restoran dan di convenience store.

Hal yang khas ketika makan di Korea adalah makanan pendamping atau side dish yang dalam bahasa setempat disebut dengan banchan. Dari berbagai macam tempat yang pernah saya kunjungi, banchan yang selalu ada adalah kimchi. Tak hanya di warung/restoran, bahkan makanan beku yang saya beli di convenience store pun juga ada kimchinya. Meskipun rasa kimchinya berbeda-beda setiap tempat saya tetap suka dan selalu habis tak bersisa. Hahaha ๐Ÿ˜€ :D.

Beberapa tempat makan di Korea berkonsep self service yang artinya layani dirimu sendiri. Apa sih maksudnya? Maksudnya adalah, kamu harus ambil sendiri makananmu ketika sudah siap. Biasanya petugasnya akan memberitahu dari konter. Selain itu gelas, alat makan, minuman, sampai banchan harus diambil sendiri. Jangan lupa kembalikan semua peralatan makan ketika sudah selesai di tempat yang sudah tersedia.

Rata-rata makanan yang saya rasakan di Korea enak dan cocok di lidah saya. Hampir semua tipe makanan pendamping adalah makanan yang difermentasi jadi berasa sedikit asam. Rasa dari makanan juga bisa ditebak, kalau kuahnya bening berarti tidak pedas. Kalau kuahnya kemerahan berarti pedas. Saya sendiri hampir tidak pernah memakan makanan yang tidak pedas. Penggemar berat rasa pedas soalnya. Kalau nggak pedas, kurang greng rasanya. Hahahaa ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ :D.

Bagaimana dengan jajanan kaki lima? Hm, jangan ditanya. Semua bikin ngiler! Jajanan kaki lima ini sangat mudah ditemui. Mereka berjualan dari pagi sampai malam. Kalau pergi di area yang ramai maka akan ada jajanan yang menarik dan berbeda dari biasanya. Kreativitas dalam menjual jajanan cukup tinggi. Rata-rata harga yang mereka tawarkan mulai dari 500-3.000 Won. Saya pernah nongkrong di jajanan kaki lima dan habis 10.000 Won, sekitar 110.000 Rupiah. Padahal dengan uang sebesar itu sudah bisa makan sekelas restoran di Indonesia. Hehehe.

Aneka jajanan di convenience store juga saya coba. Penasaran sama rasanya. Selain itu kemasannya menarik pula. Malahan saya jarang membeli air selama di Korea, karena semua guest house yang saya tinggali menyediakan air minum. Sedikit berbeda dengan Jepang dimana saya harus membeli air minum sendiri.

Nah kalau mau puas menikmati kuliner di Korea Selatan menjajal ini itu, saya sarankan menyediakan budget sekitar 20.000 Won per harinya. Dengan budget sebesar itu, kamu sudah bisa makan porsi besar sebanyak dua kali plus jajan di pinggir jalan atau di convenience store dengan sangat puas menurut saya.

Bagaimana kalau ingin menghemat budget makan selama di Korea Selatan? Kalau yang ini saya juga punya jurus jitunya. Asal kalian yang ingin menghemat itu bisa tahan godaan ya! Nah tips saya untuk berhemat adalah sebagai berikut :

  1. Pilih hostel atau guest house yang menyediakan sarapan pagi. Setidaknya ini bisa mengganjal perut sebelum melakukan perjalanan. Kebetulan semua hostel yang saya napi menyediakan makan pagi.
  2. Makan siang atau malam di convenience store seperti Seven Eleven/GS25/CU yang bertebaran dimana-mana. Harga makanan beku yang mereka jual berkisar dari 2.500-5.000. Tidak hanya nasi melainkan juga sandwich dan juga ramen. Hampir semua convenience store punya microwave dan dispenser. Namun tidak semua memiliki tempat duduk, hanya berupa meja dan makan sambil berdiri. Sebelum membeli biasanya saya cek dulu apakah mereka menyediakanย tempat duduk.
  3. Kalau bosan makan di convenience store, tempat makan murah seperti Kimbab Cheonguk/ Hansot Dosirak juga bisa dijadikan pilihan. Menunya cukup beragam dan sangat murah mulai dari 2.500-7.500 Won.
  4. Jajan cantik di kaki lima secukupnya saja untuk menghilangkan rasa penasaran dengan makanan yang mereka jual.

Sudah nggak sabar apa saja yang saya makan selama di Korea Selatan? Yuk simak gambar berikut! Jangan tanya berapa kilo berat saya bertambah setelah pulang trip ya? Yang jelas banyak!

Makan pagi dariย guest house

DSC_0213
Makan pagi di Jeju
DSC_0490
Makan pagi di Busan. Sumpah ini favorit saya karena set breakfastnya lengkap dan enak.
20160408_092534
Makan pagi di Seoul

Jajan cantik di Pasar Gwangjang setelah mengelilingi Myeongdong, Namsan, Namdaemun, dan Gwanghwamun.

Aneka macam jajanan kaki lima :

DSC_0399
Es krim rasa teh hijau di O’sulloc Jeju

Makanan mengenyangkan di convenience store juga jadi pilihan saya loh. Tenang saja karena lauknya lengkap dari sayur sampai daging semuanya ada.

Aneka banchan

Makanan di restoran murah juga saya nikmati loh. Yuk simak gambar berikut dan siap-siap bikin ngiler! ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

 

Iklan

6 tanggapan untuk “Kuliner Maknyuss di Korea Selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s