Tips

Tips Mudah Mengurus Visa Jepang

Wow, liburan ke Jepang sudah di depan mata! Liburan kali ini, saya bersemangat sekali namun terkendala pengurusan visa. Meskipun WNI sudah bebas visa ke Jepang, namun peraturan itu hanya berlaku untuk mereka pemegang e-passport alias paspor elektronik saja. Sedangkan paspor saya masih versi lama.

Sempat terpikir untuk mengurus pergantian paspor saya yang lama ke e-passport supaya tidak ribet mengurus visa. Namun setelah dua kali mengurus ke Kantor Imigrasi Surabaya, sebanyak dua kali pula tidak membuahkan hasil. Hari pertama saya kehabisan nomor antrian, padahal baru jam 8 pagi! Usut punya usut mereka sudah pada antri dari subuh sejak kantor belum dibuka.

Akhirnya pada kunjungan kedua kalinya, saya antri subuh. Jam setengah 5 pagi sudah stand by di depan kantor imigrasi. Kedinginan dapet, lihat matahari terbit juga dapet. Hahahaha 😀 :D. Setelah dapat nomor antrian, serta merta berkas saya ditolak. Kenapa? Alasannya fotokopi berkas saya tidak dalam kertas A4, namun F4.

Kedua, karena KK saya tidak ada tanda tangan kepala keluarga. Petugasnya dengan sama sekali tidak ramah bilang ke saya bahwa saya harus bawa ayah saya di depan dia dan tanda tangan di depannya. Maksudnya sih bagus, supaya tidak ada pemalsuan, tapi ngomongnya itu loh bikin jantung saya retak-retak 😥 alias tidak ramah. Kebetulan memang KK saya tidak ditandatangani oleh ayah saya karena pada saat pembuatan KK, posisi ayah saya tidak di rumah melainkan bekerja di luar pulau.

Saya akhirnya keluar dari antrian dan duduk lemas di depan kantor imigrasi. Tiket ke Bali hangus, mau pulang ke tempat tinggal juga sudah terlalu mepet waktunya. Akhirnya saya putuskan untuk mengurus visa. Stres? Iya! Namun saya tetap mencoba berpikir positif pasti ada maksudnya kenapa saya sampai gagal urus e-passport. Terlebih, masa berlaku paspor saya masih sampai dengan tahun 2018, sayang dengan cap-cap yang sudah saya dapatkan waktu kunjungan ke negara-negara sebelumnya.

Perlu diketahui bahwa pengurusan visa Jepang harus berdasarkan dengan domisili yang ada di KTP. Misalnya, alamat pada KTP di daerah Bandung, maka harus mengurus di Kedutaan Jepang di Jakarta sekalipun saat ini berdomisili di Surabaya misalnya. Karena KTP saya domisili Jawa Timur sedangkan saya tinggal di Denpasar, sudah otomatis saya tidak bisa mengurus visa di Kedutaan Jepang yang ada di Denpasar. Sayang sekali, padahal dekat dengan kosan saya.

Saya sendiri memilih untuk apply single visa. Rencananya nanti setelah dapat, baru apply multiple visa. Berikut informasi pelayanan pembuatan visa Kedutaan Jepang berdasarkan domisili pelamar.

Kantor Konsuler Jepang di Jakarta

Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta 10350, INDONESIA

Telephone: (021) 3192-4308
FAX : (021) 315-7156

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :

Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung

Kantor Konsuler Jepang di Makassar

Gedung Wisma Kalla Lantai 7
Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 8-10, Makassar, INDONESIA
Telephone : (0411) 871-030
FAX : (0411) 853-946
Website : http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/makassar/

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua (Irian Jaya), Papua Barat

Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya

Jl. Sumatera No. 93, Surabaya, INDONESIA
Telephone : (031) 503-0008
FAX : (031) 503-0037, 502-3007 (Visa)
Website : http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :

Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan

Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar

Jl. Raya Puputan No.170, Renon, Denpasar, Bali, INDONESIA
Telephone : (0361) 227-628
FAX : (0361) 265-066
Website : http://www.denpasar.id.emb-japan.go.jp/

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur

Konsulat Jenderal Jepang di Medan

Sinar Mas Land Plaza (Wisma BII), 5th floor
Jl. Pangeran Diponegoro No. 18, Medan, Sumatera Utara, INDONESIA
Telephone : (061) 457-5193
FAX : (061) 457-4560
Website : http://www.medan.id.emb-japan.go.jp/

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :

Aceh Nangroe Darusalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau

Setelah hitung panjang kali lebar mempertimbangkan biaya, waktu dan tenaga akhirnya saya putuskan untuk mengurus lewat agen perjalanan. Setelah mencari informasi kesana kemari akhirnya saya putuskan untuk menggunakan jasa Agen Travel Bayu Buana. Agen ini sudah ditunjuk oleh Kedutaan Jepang. Biaya pembuatan visa bila mengurus sendiri sebesar Rp 330.000,00 pada September 2015. Ini merupakan tarif baru yang diberlakukan sejak April 2015. Biaya yang harus saya keluarkan pada saat pembuatan visa lewat agen sebesar Rp 700.00,00. Dua kali lipatnya dan belum termasuk VAT! Mahal? Iya, namun harga tersebut masih lebih murah daripada saya harus mengurus sendiri ke Surabaya.

Apa saja yang harus dipersiapkan dalam mengurus visa Jepang ini? Berikut saya rinci dan berikan keterangannya. Oya, dokumen yang diserahkan ini harus sesuai dengan urutan yang diminta sebagai berikut :

a. Paspor yang masih berlaku.

b. Formulir permohonan visa dan pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram). Saya sarankan lebih baik foto ke studio untuk mendapatkan hasil yang jelas. Karena yang diminta berlatar belakang putih banyak yang memilih foto sendiri dengan latar belakang tembok atau lainnya. Pada akhirnya akan ditolak oleh kedutaan karena foto tersebut tidak sesuai dengan yang diminta (ada bayangan, buram, kurang jelas penampakan muka, dsb).

foto visa
Foto visa saya hehe 😀

Selain itu, pelamar juga diwajibkan mengisi seluruh informasi yang diminta pada formulir permohonan visa. Untuk pengisian nama, karena saya tidak memiilki nama keluarga (family name), maka untuk penulisan nama, saya isikan apa adanya, tidak ada yang dibolak-balik di bagian given and middle name.

Tidak ada masalah bila tidak ada sponsor atau penjamin di Jepang. Saya pribadi juga tidak mengisikannya. Untuk semua hal yang tidak diisi jangan dibiarkan kosong, harus diisi dengan tanda “-“. Formulir  visa dapat diunduh disini .

c. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili).

d. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa). Bila Anda sudah bekerja, maka sertakan surat keterangan bekerja dari atasan yang menyatakan bahwa Anda adalah karyawan aktif di perusahaan tempat Anda bekerja dan akan kembali tepat pada waktunya. Surat ini ditulis dalam Bahasa Inggris dan sertakan kop surat tempat Anda bekerja.

e. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang).

f. Jadwal Perjalanan (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang). Hal ini dilengkapi juga dengan bukti pemesanan hotel tempat Anda menginap selama di Jepang. Nah saya membuat itinerary yang simple meskipun pada kenyataannya tidak.

g. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dsb. (Bila pemohon lebih dari satu).

h. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan: Bila Anda membiayai sendiri perjalanan ke Jepang, maka sertakan fotokopi bukti keuangan, seperti rekening koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir. Saya mencetak semua transaksi selama 3 bulan terakhir lewat web banking tanpa surat keterangan dari bank.

i. Jika Anda adalah seorang karyawan, maka sertakan fotokopi surat keterangan membayar pajak/SPT. Jika memiliki bisnis sendiri dan tidak ada kop surat perusahaan maka surat diketik diatas kertas putih polos dengan di cap toko dan sertakan fotokopi NPWP dan SIUP.

j. Berapa jumlah minimal uang yang ada di tabungan? Pada dasarnya perhitungan jumlah minimal uang yang ada di tabungan berdasarkan dengan jumlah kunjungan Anda ke Jepang dikalikan dengan biaya hidup per harinya. Seperti saya misalnya, kunjungan saya ke Jepang selama 10 hari, kemudian dikalikan dengan 1 juta. Maka jumlah uang minimal yang ada di tabungan adalah sebesar perhitungan itu, yaitu 10 juta. Jujur saja budget saya ke Jepang tidak sebesar itu karena memang saya ingin hemat menekan biaya. Namun pada akhirnya jumlah uang di tabungan saya lebihkan setelah pinjam sana sini. Setelah cetak buku tabungan, uang saya kembalikan lagi hehehe 😀 .

Lalu kenapa banyak rumor bahwa uang di tabungan harus puluhan juta besarnya? Simpel saja, karena pihak tour tidak ingin ribet kalau visa ditolak karena jumlah uang di tabungan yang kurang. Karena pihak agen harus berhubungan lagi dengan pemohon untuk mengisi lagi saldo tabungan dan kemudian mengurus lagi ke kedutaan. Kabar baiknya, apabila visa tidak disetujui oleh pihak kedutaan, maka uang akan kembali. Tidak seperti pengajuan visa di kedutaan lainnya. Namun apabila mengajukan lewat agen, maka biaya lain selain biaya visa tidak dapat dikembalikan.

Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung menuju ke halaman web Kedutaan Jepang dan mendownload formulir aplikasi dan rencana perjalanan.

Setelah memasukkan berkas, saya menunggu sambil harap-harap cemas, apakah visa saya disetujui atau tidak. Proses pengajuan visa membutuhkan waktu 14 hari, melampaui batas hari yang dijanjikan sebelumnya selama 9 hari. Akhirnya, hari yang dinanti telah tiba, visa saya disetujui oleh pihak kedutaan. Japan, yes I’m coming!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s