Tips

Budget Tokyo < 5000¥/hari

Tokyo  adalah salah satu kota dengan biaya hidup tertinggi. Namun, bukan berarti jalan-jalan ke Tokyo adalah hal yang tidak mungkin. Saya takjub dengan Tokyo dan jatuh cinta sejak hari pertama. Tokyo telah mencuri hati saya. Kota ini menyambut saya dengan hujan gemericiknya bulan Oktober lalu.

Sebagai gambaran bahwa Tokyo bukanlah kota yang murah, hampir semua aspek di Tokyo sangat mahal termasuk makanan. Tidak seperti bir di Kamboja yang dapat dibeli dengan hanya setengah dolar alias 6500 Rupiah. Atau mungkin street food Thailand yang dapat dibeli seharga  10 THB atau setara dengan 4200 Rupiah. Tidak demikian halnya dengan Jepang!

Perlu dicatat bahwa kurs Yen bergerak naik turun antara 110-120 Rupiah. Terakhir kali saya mendapatkan kurs 122 Rupiah per Yen! Dalam hal ini saya akan menggunakan kurs 1 Yen = 120 Rupiah. Saya berikan gambaran bahwa pengeluaran saya per hari maksimal adalah sebesar 5000 Yen dan harga ini berdasarkan harga yang ada di Tokyo.

Akomodasi

Akomodasi adalah hal terpenting ketika berlibur. Saya tahu bahwa harga penginapan di Jepang tidaklah semurah di Krabi. Dorm berisi 6 orang dengan kamar mandi dalam ruangan saya dapatkan seharga 150THB, kurang dari 65 ribu Rupiah. Tidak halnya dengan Tokyo! Saya sendiri tidak tahan melihat mahalnya penginapan di Tokyo. Harga termurah yang bisa saya dapatkan di Tokyo dengan kamar tidur berbentuk kapsul sebesar 2000 Yen. Penginapan seperti inipun akan jauh dari pusat kota ataupun stasiun.

Beberapa penginapan terkenal di kalangan traveler dengan budget rendah adalah Yadoya Guest House, J Hoppers, Backpackers JGH Tokyo Hostel. Perhatikan saat memilih hostel. Pilihlah hostel dengan review yang baik dan fasilitas yang memadai. Tidak hanya itu saja, pastikan bahwa lokasinya dekat dengan stasiun. Hostel diatas ada di kisaran 2300-2700 Yen per malam di kamar dorm.

Kalau sudah pernah mendengar couchsurfing atau malah sudah punya akunnya, saya menyarankan menggunakan couchsurfing saja. Mencari host di Tokyo memang susah-susah gampang. Memang sedikit susah, namun bukan berarti tidak mungkin karena saya sudah membuktikannya. Selain menghemat budget penginapan, pengalaman berinteraksi dengan warga lokal juga bisa didapatkan.

Pengeluaran Akomodasi  : 2500

Total Pengeluaran              : 2500

Makanan

Selain makan di restoran mewah, makanan Jepang bisa dibeli dengan harga yang bersahabat. Hampir semua makanan Jepang dijual dengan kisaran harga antara 800 Yen- 1300 Yen.

Meskipun harus menekan budget, wisata kuliner merupakan keharusan untuk saya. Sebagai contoh, dihari pertama saya tetap dapat makan pagi, siang dan malam! Semuanya itu hanya untuk menjajal makanan lokal yang memang wajib dicoba.

20151011_061613
Onigiri ala 7/11

Pagi hari saya berupa sarapan ringan di convenience store atau konbini dengan membeli dua buah onigiri seharga 150 Yen. Total pengeluaran untuk makan pagi adalah sebesar 300 Yen.

Pilihan makan siangpun beragam. Bila ingin menghemat, gyudon chain store yang terkenal seperti Matsuya, Sukiya atau Yoshinoya bisa dijadikan pilihan. Menu yang saya rekomendasikan dari keduanya adalah gyudon (nasi dengan beef). Bila memilih Matsuya untuk bersantap siang, semangkuk gyudon akan dihidangkan bersama dengan semangkuk sup miso seharga 380 Yen. Tidak ada salahnya mencoba bir Jepang yang terkenal seperti Asahi yang ditawarkan dengan harga promo sebesar 150 Yen saja.

Yoshinoya bisa juga keluar sebagai pilihan makan siang. Semangkok gyudon dengan ukuran medium dihargai sebesar 450 Yen. Beda dengan Matsuya, Yoshinoya tidak menyuguhkan sup miso untuk paket single ini. Adapun menu yang dilengkapi dengan semangkuk sup miso berharga sedikit lebih mahal. Yoshinoya yang saya kunjungi menyediakan teh hijau dingin gratis yang bisa diisi ulang sesukanya.

Tidak jauh berbeda dengan Matsuya dan Yoshinoya, Sukiya dapat ditemukan dengan mudah di penjuru Tokyo. Pilihan andalan di Sukiya adalah semangkuk gyudon dengan harga yang sama dengan Matsuya. Ketiganya menyediakan air putih gratis yang bisa diisi kembali sebanyak yang kamu mau! Untuk makan siang akan saya ambil harga tengah diantara ketiganya yaitu sebesar 400 Yen.

DSC_0356

Untuk makan malam, ramen adalah pilihan tepat untuk menghangatkan suasana. Semangkuk ramen biasanya dihargai 800-1200 Yen. Pilihan saya jatuh ke Tsukemen Tetsu. Hampir semua ramen yang dijual mengandung babi. Pastikan terlebih dahulu sebelum membeli. Cita rasa ramen celup di Tetsu tidak bisa saya lupakan. Pilihan saya jatuh kepada dip pork ramen (ramen celup) dengan ukuran kecil seharga 800 Yen. Ini adalah harga termurah di Tsukemen Tetsu! Tentu saja, seperti kebanyakan tempat makan di Jepang pada umumnya, air putih disediakan gratis.

IMG_20151011_221426

Bila ingin lebih menekan budget, makanan beku di convenience store seperti Seven Eleven, Faily Mart dan Lawson bisa dijadikan pilihan. Banyak pilihan menu dan harga yang bervariasi mulai dari 230-700 Yen.

Pengeluaran Makanan     : 1500 Yen

Total Pengeluaran             : 4000 Yen

Transportasi

Transportasi di Jepang terkenal mahal. Meskipun mahal, namun sangat nyaman dan bersih. Saya tidak menyarankan untuk membeli tiket sekali jalan setiap kali naik kereta selama berada di Jepang. Tokyo hadir dengan sejuta pilihan day pass yang membantu wisatawan mengelilingi kota metropolitan dengan gedung pencakar langitnya. Saya sendiri sempat galau memilih day pass. Sama sulitnya dengan memilih jodoh :D!

Pilihan termurah untuk menjelajah Tokyo dalam sehari adalah JR one day pass seharga 750 Yen. Dengan one day pass ini, bebas naik turun kereta JR selama sehari. Pilihan lebih murah ditawarkan Tokyo subway pass bila membeli tiket terusan. Sebagai contoh, Tokyo subway  one day pass dijual seharga 800 Yen, sedangkan two day pass seharga 1200 Yen dan three day pass seharga 1600 Yen.

Sebagai pembanding, meskipun Tokyo subway pass lebih murah, pada kenyataanya naik subway memang tidak mudah. Kita harus naik turun stasiun yang lapisan tangganya ada ratusan seperti iklan wafer tango! Buruknya apabila kita harus transfer kereta yang berbeda line. Naik subway memakan waktu banyak karena jauhnya jarak stasiun antar line dan naik turun tangga yang melelahkan. Tapi justru disitulah menariknya. Sungguh tidak akan bisa saya lupakan sakitnya kaki seperti dimutilasi :P.

IMG_20151011_090134
Sibuk baca peta subway Tokyo yang ruwet 😀

Sedangkan bila menggunakan JR, apabila salah naik kereta atau jalur, tinggal turun dan kembali dengan kereta dari arah sebaliknya tanpa banyak turun tangga atau berjalan jauh. Selain itu, membaca jalur peta JR juga tidak terlalu sulit dibandingkan dengan peta subway.

IMG_20151012_081617
Japan Rail yang khas dengan warna hijaunya

Pengeluaran Transportasi   : 750 Yen (menggunakan JR Pass)

Total Pengeluaran                  : 4750 Yen

Atraksi

Tokyo hadir dengan sejuta atraksi gratisnya. Beberapa memang ada yang berbayar, namun wisata gratis tidak kalah menariknya. Baik wisata modern, tradisional, maupun alam bebas dan budaya bisa diakses dengan gratis. Perhatikan pula letak atraksi ini agar tidak menghabiskan waktu perjalanan. Pilih atraksi yang letaknya berdekatan. Tidak peduli seberapa jauhnya lokasi dari penginapan, asal masih dalam cakupan JR Pass maka tidak akan ada masalah.

Ada baiknya pula bila tempat wisata yang satu dengan yang lain dapat diakses dengan berjalan kaki. Akan ada banyak hal menarik yang dapat ditemui. Sebagai contoh pada hari pertama saya di Tokyo saya mengunjungi 7 tempat wisata gratis! Iya benar-benar gratis, tidak mengeluarkan biaya sama sekali.

Saya mengunjungi Tokyo Sky Tree. Sekali lagi karena ini adalah wisata hemat maka saya tidak masuk kedalam, melainkan hanya berfoto diluarnya saja :D. Kemudian saya melanjutkan jalan kaki menyusuri jalanan yang unik.

Menyusuri Sungai Sumida dan bermaksud untuk melakukan cruise, namun karena antriannya sangat panjang akhirnya saya urungkan. Berjalan sedikit saya sampai di Kuil Sensoji yang sangat terkenal di Asakusa.

 

Selesai mengunjungi Kuil Sensoji saya berburu gambar retro di Kota Yanaka, lalu melanjutkan perjalanan menuju ikon Tokyo yang sangat terkenal. Apalagi kalau bukan Tokyo Tower! Tokyo Tower nan megah dan cantik ini tidak dipungut biaya. Carilah spot yang bagus untuk mendapatkan foto dengan berlatar belakang tower ini.

Tidak berhenti sampai disana, saya mengunjungi Stasiun Tokyo yang sangat besar dan terkenal akan arsitektur bangunannya.

DSC_0480DSC_0474

IMG_20151011_191121
Tersesat di Kanda

Kaki yang telah sakit karena berjalan sepanjang hari tidak menghalangi saya melanjutkan perjalanan selanjutnya. Saya tersesat di Kanda dan tidak bisa menemukan stasiun untuk berjalan pulang. Namun ternyata itu menjadi hal yang seru. Terdapat banyak restoran dan dan beberapa pegawai yang menawarkan brosur yang sepertinya hiburan malam. Tak hanya itu, beberapa spot yang saya lihat seperti kafe dan permainan billiarpun ada. Meskipun tersesat, saya tetap merasa aman. Tersesat adalah bagian dari perjalanan, dan saya dapat melihat sisi lain dari perjalanan tak terduga ini :D.

Setelah akhirnya tersesat, saya menemukan stasiun subway dan mengarah ke Shibuya. Ini dia yang saya tunggu, menyeberang di perempatan tersibuk di dunia. Perempatan Shibuya. Saya sengaja menyeberang berkali-kali demi merasakan nikmatnya menyeberang bersama dengan ratusan orang yang menyeberang dari segala penjuru dengan hiruk pikuknya canda tawanya dan terangnya lampu reklame disekitar.

IMG_20151011_200323

Jadi, berkeliling Tokyo dalam sehari dengan budget kurang dari 5000 Yen bukan hal yang mustahil!

Iklan

8 tanggapan untuk “Budget Tokyo < 5000¥/hari

    1. Kemarin saya pakai couchsurfing dan ada bookingan hostel di tokyo lewat booking.com. Jadi yang saya masukkan ke lembar adalah alamat hostel di Tokyo. Kalau memang mau menginap penuh lewat couchsurfing selama di Jepang, saya rasa menulis alamatnya tidak akan dipermasalahkan.

      Suka

  1. Kalo pake Couchsurfing, triknya gimana ya utk ngisi kartu imigrasi sama pertanyaan imigrasi?
    1. bawa printout bookingan dr booking.com yg sudah dicancel, itu yg dituliskan di kartu imigrasi & disebutkan ke petugas imigrasi, tapi nginepnya full couchsurfing?
    atau
    2. beneran nginep 1-2 hari doang di ho(s)tel – ini juga ditulis di kartu imigrasi, lalu sisanya CS, tapi sewaktu ada pertanyaan dr petugas imigrasi bilang di hotel tempat kita nginap?

    rencana ke jepang, niatnya pake CS dan bis untuk penginapan. cuma ya gitu, agak was-was sama petugas imigrasinya.

    Makasih kak gadisransel

    Suka

    1. 1. Kalau kemarin saya gunakan couchsurfing hanya di Osaka dan masuk lewat Tokyo. Jadi saran saya sih bisa print bookingan dulu dan nanti ditunjukkan ke petugas imigrasi kalau ada random check. Asal ketika ditanya jawabnya jelas, tidak berbelit-belit dan sama dari awal sampai akhir.
      2. Menemukan CS di Jepang susah-susah gampang kemarin. Tapi kalau memang selama di Jepang bisa dapat CS semua sih sangat menguntungkan, karena kita bisa interaksi langsung dengan penduduk lokal. Tidak ada salahnya juga mencoba penginapan Jepang yang pas di kantong (meskipun kebanyakan mahal). Yang penting kalau ditanya bisa jawab dan ga berbelit-belit, itu saja 😀

      Suka

    1. Betul Mba Cindy kalau JR Pass harus dibeli sebelum ke Jepang sedangkan kalau day pass bisa dibeli di stasiun sesuai linenya. Misalnya Tokunai Pass bisa dibeli di semua stasiun JR dan untuk subway metro di stasiun subway. Anyway bisa juga dibeli di bandara 😀

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s