Tips

Jalan-jalan ke Jepang (Budget, Itinerary, dan Tips Hemat)

“Kamu ke Jepang? Gila, habis berapa tuh, kan mahal!”

“ Eh banyak duit ya kamu ke Jepang”

“Wah jalan-jalan terus. Duitmu pasti banyak ya?”

Dan serentetan pesan lain yang masuk lewat inbox menyambut kedatangan saya di Tokyo kala itu. Jepang memang mahal, namun bisa disiasati. Salah satunya adalah dengan persiapan yang matang dan sebisa mungkin perhitungan yang tepat. Bagusnya lagi kalau tidak teledor atau melakukan kesalahan, pasti hemat. Saya orang Matematika sih, tapi tetep saja masih melakukan keteledoran dan kesalahan yang berakibat duit melayang.

Saya sendiri entah kenapa malah pergi ke Jepang. Padahal jago bahasa Korea 😀 😀 . Tapi pulang dari sana mata saya mengeluarkan api. Api semangat nggak pengen pulang. Tapi sebenernya pas hari terakhir entah kenapa jadi mellow merasa sudah kangen Indonesia :D.

dsc_0471
Tokyo Tower pada malam hari

Nah kali ini saya akan bagikan itinerary, budget dan tips perjalanan saya ke Jepang dengan cara yang cukup hemat. Supaya penasaran saya berikan screenshoot budgetnya dulu lah ya. Nggak usah takut, ke Jepang nggak mahal kok! Kecuali kalau ke Jepang rombongan bersama keluarga dan kamu yang bayarin ya :P.

Itinerary

Itinerary ini sempat bikin pusing. Apalagi lihat peta subway di Tokyo duh ruwetnya minta ampun. Kalau peta MRT/LRT/BTS Bangkok, Kuala Lumpur, dan Singapura digabungin pun nggak seruwet map di Tokyo. Baru peta subway ya, belum ditumpuk sama peta kereta dari JR.

Saya terusan berlatih baca ini peta selama berhari-hari sampai mata sakit. Soalnya ini penting banget untuk menentukan destinasi. Pas akhirnya bisa membaca, wah senangnya bukan kepalang. Merasa pintar, lebih bangga daripada berhasil dapet jawaban soal integral!

Dalam menyusun rencana perjalanan, pasti akan berpengaruh pula dengan biaya. Semakin banyak kota yang dikunjungi, semakin besar pulalah biayanya. Apalagi di Jepang transportasinya bisa dikatakan cukup mahal apabila tidak pintar memilih day pass yang sesuai. Selama 9 hari saya hanya mengunjungi Tokyo, Hakone, Kyoto, Nara, dan Tokyo. Awalnya sih mau ke Hiroshima juga karena saking ngebetnya lihat Miyajima. Namun kemudian saya urungkan mengingat budget terbatas. Bahkan sampai sekarang, 4 bulan setelah trip saya ke Jepang rasanya masih pengen balik. Belum puas, masih pengen mengulang lagi. Semoga diberi kesempatan untuk kembali :D. Teman-teman bisa unduh disini untuk Itinerary Jepang saya.

Oya, dalam menyusun itinerary ini perlu dipikirkan alternatif termurahnya. Kebanyakan yang pergi ke Jepang beli JR Pass. Sekali lagi pembelian day pass tergantung dengan itinerarymu. JR Pass mahal loh teman-teman, sayang kan kalau tidak digunakan semaksimal mungkin dari ujung timur sampai ujung barat Jepang. Kalau beli JR Pass 7 hari rasanya tidak mungkin kita bisa travel ke banyak kota dikarenakan kelelahan fisik.

Saat di Kyoto saya bertemu pasangan kekasih yang menjalin cinta dengan mesranya dan saya cuma gigit jari. Mereka berdua beli JR Pass dan mengaku tidak menikmati betul perjalanan karena harus ngebut pindah kota setiap sehari sekali demi memanfaatkan JR Pass. Update terakhir harga JR Pass adalah 29.11o Yen atau setara 3,2 juta. Mahal kan? Awalnya saya juga berpikiran untuk membeli JR Pass namun kemudian saya urungkan. Tapi untuk teman-teman yang mau naik shinkansen lebih baik membeli JR Pass karena harga sekali naik kereta shinkansen memang mahal sekali. Doakan saya ya teman-teman supaya bisa kembali lagi ke Jepang terus ngerasain sensasi shinkansen ini 😀 :D.

Saya sempat mengumpulkan beberapa informasi mengenai day pass di beberapa kota seperti berikut. Sebagai catatan, harga day pass ini adalah harga yang saya dapatkan saat kunjungan bulan Oktober 2015 lalu.

day-pass

 

Nah sebagai info saja, berikut day pass yang saya gunakan di masing-masing kota yang saya kunjungi :

Tokyo+ Hakone (Day 1-3)

Saya menggunakan Tokyo Subway 1 day pass yang saya beli di Haneda Airport sebesar 800 Yen untuk berkeliling Tokyo seharian. Esoknya saya mengunjungi Hakone untuk berkencan dengan Fujisan seharga 6030 Yen. Sebenarnya day pass ini berlaku 2 hari namun kami hanya berkunjung sehari saja. Kemudian hari ketiga saya menggunakan kereta milik JR. Kenapa tidak beli tiket subway lagi yang lebih murah? Kenapa nggak beli tiket JR Pass 1 day sekalian? Disinilah letak kesalahan perhitungan saya.

Dari pengalaman saya, menggunakan kereta JR lebih nyaman karena tidak perlu naik turun di stasiun saat harus berganti kereta. Soal kebersihan semuanya sangat bersih dan menggunakan subway terasa lebih cepat dibandingkan dengan kereta JR.

Kyoto (Day 4-6)

Saya berpindah ke Kyoto dari Tokyo dengan menggunakan Willer Bus seharga 3900 Yen. Pas banget dapat promo waktu iseng-iseng cek tiket. Seperti yang sudah saya rencanakan di Kyoto saya tidak membeli tiket kereta. Saya menggunakan bus pass seharga 500 Yen untuk satu hari karena memang hampir semua destinasi dicapai dengan bis. Tenang saja, bisnya sangat nyaman dan bersih kok! Nah disini saya melakukan kesalahan lagi. Waktu pulang mengunjungi Fushimi Inari saya lupa dimana bus pass saya. Akibatnya saya harus membayar tarif sekali naik sebesar 230 Yen! Turun di halte, eh passnya malah ketemu :’(.

Osaka+Nara (Day 7-9)

Dari Kyoto ke Osaka saya menggunakan kereta JR seharga 560 Yen. Tadinya ingin membeli Kintetsu Rail Pass namun ternyata tidak bisa dibeli di Stasiun Kyoto, melainkan di BIG Camera. Karena saya kejar-kejaran waktu akhirnya saya gunakan kereta JR. Hari pertama saya tiba di Osaka, saya bertolak ke Nara. Sebenarnya rencana saya dari Kyoto ke Nara lalu lanjut ke Osaka. Namun lagi-lagi ada perubahan rencana yang akibatnya malah membuat saya memutar. Saat di Nara saya urungkan untuk membeli day pass . Saya lebih memilih jalan kaki dan memang lebih indah menikmati Nara dengan berjalan kaki :D.

Lalu day pass apa yang saya gunakan di Osaka? Tentunya Osaka Amazing Pass. Saya beli untuk 2 hari dan memang worth banget karena hanya seharga 3000 Yen dengan total pemakaian saya sebesar 6640 Yen! Sebenarnya masih banyak atraksi lain yang ingin saya kunjungi dengan memanfaatkan Osaka Amazing Pass ini. Namun apa daya hari terakhir kaki sudah gempor tidak kuat lagi diajak berjalan.

osaka-amazing-pass

 

Budget

Karena Jepang memang tidak semurah negara di Indochina seperti Thailand, maka saya benar-benar ikat kencang rencana pengeluaran saya. Saya berkutat dengan perencanaan biaya hampir 6 bulan lamanya. Memang sih nggak ngerjain tiap hari, karena ini bukan skripsi hehe :D. Saya berusaha mencari alternatif termurah dan sesuai dengan destinasi saya.

Jujur, ketika mengunjungi Jepang saya tidak ingin rugi dengan mengunjungi banyak tempat. Namun sekali lagi, waktu harus diperhitungkan. Oleh karena itu saya mendahulukan hal-hal yang bersifat gratis atau sedikit mengeluarkan uang.

 

Total pengeluaran trip ke Jepang adalah sebesar 11 juta Rupiah. Angka yang besar? Iya, betul. Namun itu semua sudah termasuk biaya pembuatan visa, tiket pesawat pulang pergi, akomodasi, oleh-oleh, transportasi, makan, dan tempat wisata selama 11 hari di Jepang dan transit di Malaysia. Untuk tiket pesawat, saya rasa teman-teman bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah, apalagi keberangkatan dari Jakarta/Kuala Lumpur. Berhubung saya berangkat dan pulang lewat Bali, maka tak heran bila harganya agak sedikit wow. Sedangkan biaya visa bisa hilang apabila mempunyai paspor elektronik.

Tips Berhemat

Makanan

Dimanakah tempat makan yang hemat di Jepang? Banyak! Saya food lover dan tipe orang yang takut kelaparan. Jadi, stok makanan harus selalu ada :D. Selain itu, selagi di Jepang saya berusaha untuk menikmati makanan lokal yang ada, mumpung kan ya? Tak heran biaya makan saya selama di Jepang menjacapi 1,6 juta! Meskipun di Indonesia ada banyak restoran dan penjual jajanan Jepang namun masih saja rasanya berbeda. Maaf untuk ulasan kali ini saya tidak bisa memberikan informasi halal, hanya terbatas pada makanan hemat saja. Berikut beberapa tempat makan hemat dan jajanan yang saya temui dan kunjungi ketika di Jepang. Oya, tips hemat lain lebih baik membeli air kemasan 2L yang lebih murah dibandingkan dengan kemasan tanggung (600ml) atau minuman di vending machine.

Yoshinoya

Semacam franchise di Jepang dan banyak sekali cabangnya. Yoshinoya di mudah ditemukan karena simbol warna oranyenya. Harga yang ditawarkan juga cukup pas dikantong. Semangkok gyudon (nasi dan daging sapi) yang saya pesan dengan ukuran medium hanya sebesar 380 yen saja! Teman-teman juga nggak perlu khawatir dengan minuman, karena disini free flow ocha alias the hijau 😀 :D.

Matsuya

Matsuya tidak berbeda jauh dengan Yoshinoya. Mungkin rasanya berbeda kalau benar-benar dicermati. 11-12 dengan McD dan KFC, seperti itulah. Saya membeli makan siang saya di Matsuya daerah Yanaka Town yang sepi. Cara pesannya pun dengan menggunakan mesin. Harganya juga tidak mahal, semangkuk gyudon dan semangkuk miso hanya seharga 380 Yen plus bir Asahi hanya sebesar 150 Yen saja! Bir Asahi ini salah satu favorit saya, karena rasanya yang ringan :D.

Convenience Store

Di Jepang, convenience store atau konbini dalam bahasa setempat ini banyak banget dan menjamur. Yang paling banyak dan sering saya lihat Seven Eleven, Lawson, dan Family Mart. Apa sih bedanya? Well, sebenarnya ini 11-12 dengan Indomaret dan Alfamart, mirip. Namun saya lebih senang belanja di Seven Eleven. Pilihan makanannya lebih banyak. Hahahaha 😀 :D. Selain makanan beku, juga menjual aneka roti, odeng (fish cake), dan onigiri dengan berbagai macam isi. Nah biasanya kalau malam ada makanan yang didiskon, jadi sering-sering saja mampir ke convenience store sore hari. Sekedar info saja, kemasan teh hijau dalam botol yang dipajang dengan menarik di dalam kulkas semuanya nggak manis seperti di Indonesia ya, jadi jangan kaget :D.

 

Lawson 100

Apa sih Lawson 100? Ini juga semacam convenience store. Bedanya harga di Lawson 100 ini serba 100 Yen. Murah banget kan?? Memang tidak semua sih harganya 100 Yen, tapi kebanyakan dan membantu banget buat berhemat. Begitu tahu ada Lawson 100 di Kyoto, sehari saya bisa dua kali ke Lawson 100!! Toko ini juga bisa dijadikan alternatif untuk membeli oleh-oleh loh. Kemarin saya beli teh gandum, teh hijau, soba, dan kaos kaki disini untuk oleh-oleh. Mengingat tidak membeli bagasi saat pulang, jadi saya rem deh belanjanya hahaha. Pokoknya harus coba belanja di Lawson 100!!!

Vending machine

Sudah pasti tahu kan kalau di Jepang semua serba mesin. Salah satu cara hemat kalau lagi males masak atau keluar sekedar cari makan, bisa dicoba nih beli mi instan dengan vending machine. Jadi vending machine di Jepang nggak hanya jual minuman aja tapi macem-macem salah satunya adalah mi instan. Tentunya air panas sedia sendiri ya. Harga 1 cup mi instan bervariasi tergantung rasa dan merknya sekitar 200-350 Yen.

Daiso

Selain tempat oleh-oleh Daiso juga tempat favorit saya membeli camilan dan makanan. Ada banyak makanan seharga 100 Yen disini, sampai bingung milihnya. Kalau Lawson 100 masih agak susah ditemukan mungkin Daiso bisa jadi alternatif. Saat berjalan mengelilingi Nara tidak sengaja menemukan Daiso di dekat stasiun. Tanpa pikir panjang saya langsung masuk saja, dan tidak terpikir membeli sesuatu. Ujung-ujungnya tetap makanan yang diambil, hahaha. Saya membeli sosis ikan dan dorayaki rasa teh hijau seharga 100 Yen. Buat saya sih kenyang soalnya ukurannya jumbo! 😀 :D.

Street food

Nah sebenarnya street food atau pedagang kaki lima ini nggak menjamur seperti di Indonesia. Biasanya pedagang model ini buka stan di pinggir jalan atau di dekat kuil pasti ada. Pengalaman kalau pergi ke kuil/shrine pasti ngiler sama jajanan yang dijual. Nggak ada salahnya mencoba beberapa jajanan tradisonal Jepang. Bagi saya, keluar budget sedikit lebih banyak untuk kuliner tidak masalah, daripada menyesal nantinya.

Penginapan

Saya sendiri banyak dibantu oleh teman saya ketika di Tokyo. Kami menginap di sebuah penthouse di  daerah Shoto Shibuya. Harga sewa apartemen ini per malamnya sebesar 600 ribu  dan saya beruntung sekali bisa menginap di tempat ini. Teman saya banyak membantu saya karena saya hanya membayar 300 ribu dari total biaya sewa selama 2 malam. Dari sini saya punya pengalaman tinggal di apartemen sempit namun lengkap dengan properti dan futon seperti kebanyakan orang Jepang. Pemandangan dari apartemen juga bagus dan bonus puncak melihat Fujisan dari sini :D. Lebih lengkapnya silahkan klik disini.

20151013_095817

Sedangkan saat di Kyoto saya sangat merekomendasikan penginapan Trip Sound Guesthouse. Ini harga terbaik yang saya dapatkan dibandingkan dengan yang lain hanya sebesar 1500 Yen per malam dengan kamar dorm berisi 8 orang. Terletak di daerah Higashiyama dan dekat dengan halte bus Gojozaka. Karena letaknya yang strategis, Kuil Kiyomizu juga dapat dijangkau dengan jalan kaki saja. Pokoknya puas saya disini. Bahkan ketika saya menginap disana ada tawaran menginap gratis dengan bekerja sebagai pengurus penginapan dengan masa tinggal minimal 1 bulan. Bisa hemat budget penginapan kalau begini kan?

Lalu bagaimana dengan Osaka? Saya tinggal dengan penduduk setempat lewat Couchsurfing. Sedikit kesulitan awalnya menemukan host di Osaka, namun beberapa hari sebelum keberangkatan saya mendapatkan host ganteng bermata sipit ini. Syukurlah :D. Nah tinggal bersama Tsuruta juga menjadikan pengalaman tersendiri untuk saya. Selain tidur di apartemennya, dia juga merekomendasikan beberapa tempat makan lokal dan saya melihat secara langsung keteraturan hidupnya sebagai orang Jepang. Hahaha

Oleh-oleh

Toko Obat

Semenjak dari Tokyo saya punya pikiran untuk berbelanja di Osaka, karena malas bawa barang berat dan saya berpikir bahwa Osaka pasti lebih murah. Ternyata tidak saudara-saudara. Akhirnya penyesalan terjadi karena tidak jadi belanja di Tokyo. Ini adalah salah satu tempat saya membeli oleh-oleh di Takeshita street, Harajuku. Aslinya sih ini toko obat, tapi menjual macam-macam barang yang murah. Bukan karena mau kadaluarsa tapi memang murah! Hanya di tempat inilah saya bisa membeli kitkat seharga 190 Yen :D.

Don Quojite

Don Quojite ini menjual berbagai macam peralatan mandi, kosmetik, obat diet, suplemen, makanan, bahkan sampai dengan kostum cosplay. Harganya juga cukup murah dan banyak pilihan barangnya. Setiap outlet Don Quojite ini punya harga yang berbeda. Jadi rajin-rajin saja mengunjungi Don Quojite untuk membadingkan harga :D.

Daiso

Daiso memang terkenal banget di Jepang karena outletnya yang menjamur disetiap tempat. Beberapa outlet Daiso ada yang sangat besar dan memang puas sekali berbelanja. Hanya saja, barang yang benar-benar khas Jepang tidak banyak dijual. Saya sendiri berkali-kali ke Daiso namun membeli barang yang umum seperti sarung tangan, kaos kaki, masker, souvenir berupa cermin dengan harga murah dan mutu Jepang. Perlu diingat bahwa harga 100 Yen ini belum termasuk tax sebesar 8% ya! Waktu berkunjung di Daiso Shinsaibashi, ada outlet yang cukup besar. Disana menjual perlengkapan alat tulis, benang, alat jahit dan sebagainya. Betah rasanya berlama-lama disana :D. Happy hunting at Daiso!

Duty Free Shop

Duty free shop di Jepang ada banyak. Begitu ada tanda bunga sakura pink, coba saja dimasuki. Oya, free tax  sebesar 8% ini bisa didapat dengan pembelian tertentu. Biasanya sih setiap pembelian 10 ribu yen, maka akan mendapatkan kembalian tax. Kalau belanja di duty free shop dengan nominal besar, maka barang-barang belanjaan akan dimasukkan ke dalam plastik bening dan di press dan tidak boleh dibuka sampai di bandara untuk menerima kembalian pajak.

Satu lagi tempat yang saya rekomendasikan untuk membeli oleh-oleh adalah di area duty free shop bandara. Kepulangan saya lewat bandara Kansai saat itu sudah larut malam sekitar pukul 23.30 waktu setempat. Akibatnya sudah banyak duty free shop yang tutup, namun ada beberapa yang masih buka dan diserbu dengan pembeli. Saya sempat membeli gantungan kunci dan sempat melirik-lirik sake yang dijual sekitar 600-1100 Yen. Murah!

Gojozaka dan Ninnenzaka Street

Gojozaka dan Ninnenzaka street ini terletak dekat dengan Kuil Kiyomizudera, Kyoto. Jalanan panjang ini dipenuhi dengan toko oleh-oleh berupa makanan dan pernak-pernik. Hati-hati ya karena disini ada larangan untu memotret pajangan, jadi patuhi itu. Saya sendiri ingin sekali memotret, namun saya urungkan. Jalanan ini lebih menarik dan lebih banyak variasinya dibandingkan dengan Gion meskipun harganya rata-rata hampir sama. Saya hanya window shopping saja disini, sembari jalan-jalan menikmati pagi di Kyoto.

Takeshita Street dan Harajuku Street

Ini adalah tempat yang wajib dikunjungi banget ketika di Tokyo. Gaya anak muda Jepang ada semua disini yang menurut saya aneh dan unik hahaha. Penyesalan tidak terlupakan sampai saat ini adalah saya urung membeli topi fedora seharga 1000 yen. Saya ingin menghemat dan berniat beli di Osaka nanti mendekati kepulangan karena saya berpikir di Osaka akan lebih murah. Ternyata tidak saudara-saudara. Di Osaka topi fedora paling murah yang saya jumpai seharga 2500 Yen. Penyesalan tidak membeli memang lebih besar daripada membeli suatu barang yang terlalu mahal :'(. Di Takeshita street ini juga terdapat Daiso dan beberapa toko pernak-pernik lain yang menarik untuk dikunjungi pula.

Dotombouri-Shinsaibashi

Nah kalau tepat ini benar-benar street fashionnya Osaka. Bener deh, manjain mata banget karena barang-barang yang dijual menarik bikin pengen beli. Selain fashion, ada juga berbagai macam toko makanan, toko obat yang juga menjual makanan murah termasuk kit-kat dan aneka permen dan toko pernak-pernik yang cocok dijadikan oleh-oleh. Saya sih hanya mampir untuk membeli kartu pos disini hehehe. Bagi saya, oleh-oleh berupa pernak pernik kurang menarik disini. Tapi kalau fashion cukup menarik dan oke :D.

Yuk ke Jepang! Siap-siap menabung, hunting tiket dan menyusun itinerary ya :D…

Iklan

138 tanggapan untuk “Jalan-jalan ke Jepang (Budget, Itinerary, dan Tips Hemat)

      1. Halo Mba Emilia terimakasih sudah mampir ke blog saya.
        Dengan rainbow card bisa mengelilingi Osakakarena sudah mengcover subway dan tram. Beberapa tempat wisata juga dekat dengan stasiun (cukup dengan jalan kaki). saya rasa kalau memang tidak mau mengunjungi sudah cukup dengan rainbow card. Tapi saya sendiri menyarankan menggunakan Osaka Amazing Pass karena dengan menambah sedikit sudah bisa masuk ke banyak tempat wisata gratis di Osaka.
        Semoga membantu jadi bahan pertimbangan.
        Terimakasih

        Suka

    1. Halo Rianti,
      Kemarin untuk keberangkatan Oktober saya embeli pada bulan Januari hehe. Itupun juga masih belum sangat murah karena saya terbang dari Bali. Kalau terbang via Jakarta atau Kuala Lumpur pasti lebih murah lagi.

      Suka

  1. Hi odel,
    penginapan trip sound di kyoto kalo mau booking hrs via email atau gmn ya? di webnya resevationnya pake huruf kanji, ga ada versi englishnya ya? tolong infonya dong.. Thanks ya

    Suka

    1. Halo Desi, teriakasih sudah mampir. Kemarin saya booking guest housenya via booking.com dan bisa langsung kontak adminnya di FB Trip Sound Guest House. Mau nginep disana ya mba? Asyik tempatnya bikin saya kangen hehehe.

      Suka

  2. Halo mbak..

    Boleh minta emailnya? Ak mau nanya2 tentang pakai jenis kereta apa keliling jepang.. Akhir thn ini ak ada rencana mau ke jepang.. Hehehe..

    Suka

    1. Tergantung daerah yang dikunjungi. Tapi kalau daerah Kanto dan Kansai setidaknya akhir Oktober dan bulan November adalah waktu terbaik melihat warna-warni daun plus fall. Biasanya website japanguide memberikan prediksi tanggal autumn coba dicari. Terimakasih sudah mampir

      Suka

  3. Hi, saya baru balik dr Kyoto sabtu tgl 20 Agustus 2016 kemarin 6 hari di Kyoto masih kurang ….Saya pun berharap bisa ke sana lagi, dan yang paling mengesankan saya bisa mengikuti acara 17 Agustus di wisma RI dan bisa berfotoria dengan bapak dan ibu Konjen di Kobe, I Love Japan

    Suka

  4. hai Mba Odilia Gracillia

    Salam kenal ya..
    saya ada plan ke jepang bulan februari 2017 (masih lama bgt sih tp krn baru pertama ke jepang kayanya pengen mulai cari2 info ttg jepang)..

    saya hanya 4 hari di jepang, dimana 1 hari nya mau dipakai untuk ke disneysea, berarti hanya efektif 3 hari di jepang..

    kira2 ada referensi tempat apa saja yg wajib saya kunjungi, dan transportasi yang paling efektif itu apa ya? krn kalau pakai JR-pass kayanya ga efektif bgt krn hanya 3 hari..

    thanks

    Suka

    1. Halo Mba Fennie terimakasih sudah mampir ke blog saya :D.
      Meskipun masih lama harus dipersiapkan dari sekarang dong ya :D.
      Kalau saran saya sih bisa pakai subway metro ticket mba yang 3 hari itu 1500 Yen jadi akan sangat menghemat. Hanya saja naik turun stasiunnya lumayan. Info lebih lanjut disini ya : http://www.tokyometro.jp/en/ticket/value/travel/

      Kalau mau beli JR Pass dayang 1 day juga ada mba, kalau belum naik harganya 750 Yen. Mumpung ke Jepang tidak ada salahnya cobaik subway dan kereta JRnya. Kalau naik kereta JR bisa lihat kanan kiri hehehe, pokoknya asyik deh.

      Untuk tempat yang worth dikunjungi dan yang gratis sebenarnya ada banyak Mba, banyak tempat yang bagus kok. Kuil Sensoji sangat rekomen banget, Tokyo Sky Tree, Tokyo Tower, Meiji Jingu, Harajuku, Takeshita Street, Ueno, Imperial Palace, Odaiba (ada patung gundamnya), nyebrang perrempatan Shibuya yang rame banget (saya berkali-kali nyebrang disini ahahaha), Akihabara (kalau suka sama game sama anime), Roppongi, ada banyak banget mba hehehe tinggal sesuaikan aja apa yang ingin dilihat 😀

      Selamat merencanakan perjalanan ya 😀

      Suka

  5. Kak mw nanya .. pake willer bus nya itu harus booking dulu ya ?? Terus perjalanannya dr tokyo ke osaka berapa lama kak klo pke bus?? Bus station nya susah nyari ga kak?? Btw
    Thank you !! ..

    Suka

    1. Halo Wendy, saya kemarin memang booking terlebih dahulu sambil cari harga yang pas di kantong hehe :D, kalau beruntung bisa dapat harga 3000an. Pemesanan bisa dilakukan di http://www.willerexpress.com dengan beberapa pilihan destinasi dan tipe bus. Dari Tokyo ke Osaka kalau tidak macet sekitar 8-9 jam sih. Kemarin kebetulan saya berangkat dari Tokyo bukan dari terminal bus tapi dari gedung willernya sendiri yang dekat dengan Stasiun Shinjuku.

      Suka

  6. Maaf nih numpang info ya :p ada yg mau ikut ke jepang musim salju bulan januari 2017 ?? Kebetulan ane diajakin temen yg udah lumayan sering ke jepang ini bukan dari agen travel yaaa just backpack holiday with friends. berikut keterangan detailnya :

    Winter in Japan only idr Rp 10jt
    Include Flight Tiket PP, Hotel, Snack, FOOD, transpot & Enter Tokyo Disneyland..

    Day 1
    Osaka
    1. Osaka Castle
    2. Minami Namba

    Day 2
    Kyoto
    1. Kyoto tower
    2. kiyomizudera
    3. Ginkakuji
    4. Gion
    5. Philosopher path
    6. Fushimi inari

    Day 3
    Fuji
    1. Gotemba
    2. Fuji
    3. Shizuoka flower park

    Day 4.
    Tokyo Area
    1. Akihabara
    2. Ginza
    3. Asakusa
    4. Ueno Park

    Day 5.
    1. Shibuya
    2. Shinjuku
    3. Harajuku street
    4. Tokyo tower
    5. Tokyo Disneyland

    Note : Berangkat Januari 2017 CGK-Haneda. Pulang Narita-CGK (transit di malaysia)
    Max booking time akhir Sept 2016 (visa bisa dibantu tanpa harus punya tabungan banyak / punya e-passpor ya utk free visa.
    terima kasiih~ 😀

    begitu kira2 gan sis klo ada yg mau join yuk kita seru2an main salju rame2 sambil nambah2 temen hehe klo ada yg mau join bisa wasap ane ya 085882490845 Makasiihh 😀

    Suka

    1. Halo mbk odilia slm kenal sy juga dr bali ada renvana mo ke japan tapi pas maret-april (chery blossomnya 😬) slm ini klo liburan sllu pki travel,,pengen sekali2 backpacker biar serunya dapet,,boleh ya sy add line nya mo nanya2 info 😚

      Suka

  7. wah mbak blog nya cukup membantu. saya tahun depan ada rencana juga ke jepun. nunggu bonus turun baru mau pesan ticket air asia biar murah xD. btw bisa share lengkap jadwal perjalanmu ga? jujur saya masih aga bingung mau nentukan rutenya biar sejalan terus sama naik apa enaknya wkwkwk. saya rencana mau berangkat berdua dengan kakak saya, tapi saya yg bertanggung jawab terhadap itinerarynya. bantu saya dong wkwkw

    Suka

    1. Halo Mas Arthour terimakasih sudah mampir di blog saya. Untuk itinerary sudah saya cantukan kok di blog ini tinggal diunduh aja. kalau mau yang sangat lengkap, kami menyediakan jasa untuk organize itinerary mulai dari 15.000-30.000/hari tergantung kelengkapan yang diminta.

      Suka

      1. Di jepang dah ada uber blom ya mba Odilia? aku terakhir ke jepang january 2015 honeymoon. nah 2018 january ini mau ke jepang balik tapi bareng temen2 cewe aja.. kamu ada instagram gak mba?

        Suka

  8. Mau tykalo dari airport haneda k apato daerah shinjuku area tp sewa mobil brp n dmn ya? Krn kita tiba jam 11an mlm dan g prefer naik taxi krn 6 org.. tx

    Suka

    1. Halo Mb Nita terimakasih sudah mampir. Kalau memang mau rent car disana hanya untuk drop saja bisa cek ke http://www.rentalcars.com/ . Kalau misal datang sekitar pukul 11, masih bisa naik kereta ke Shinjuku karena masih beroperasi sampai dengan tengah malam ( baca lebih lanjut di http://www.japan-guide.com/e/e2430.html ).
      Berikut beberapa rental car yang ada di Jepang dengan website berbahasa Inggris. Mungkin bisa langsung menuju webnya :
      1. NIPPON : https://www.nipponrentacar.co.jp/english/rental-locations/haneda-airport.html
      2. HERTZ : https://www.hertz.com.au/p/hire-a-car/japan/tokyo/haneda-airport
      3. Untuk pilihan lain bisa langsung klik ke web ini : https://www.carflexi.com/en-us/6lcjl33l78bq/car-rental-at-tokyo-haneda-airport-(hnd)/?&tt=n6&aa=m4&src=google&team=gl&network=g&campaignid=437252342&adgroupid=21135966422&targetid=kwd-149945981342&feeditemid=&loc_physical_ms=1007697&matchtype=b&device=c&devicemodel=&creative=79623217742&keyword=%2Bcar%20%2Brent%20%2Bhaneda%20%2Bairport&adposition=1t4&cmp=3777&adg=22&hl=Haneda&kw=563&km=haneda&ad=275&gclid=Cj0KEQjwvIO_BRDt27qG3YX0w4wBEiQAsGu3eey4xd47IIgo6ZQt8QIySLPkh1M7l1IXGBGfHGJYOvoaAmQU8P8HAQ

      semoga membantu 😀

      Suka

  9. mba mau nanya ni, kalau buat visa kunjungan temen,, form undangan dari temen saya yang di jepang harus yang asli ya? ga bisa di fax atau email?

    trimakasi

    Suka

    1. Halo,
      Bisa kok di fax. Pembuatan visa atas undangan teman ini 2 macam, si pengundang yang membiayai liburan kita atau kita sendiri yang membiayai trip kita.
      Visa kunjungan teman juga dibagi dua jenis, yaitu visa kunjungan teman dengan biaya sendiri dan visa kunjungan teman yang dibiayai pengundang. Jika dibiayai oleh pengundang, maka harus disertakan Surat Keterangan Pembayaran Pajak (nouzei shomeisho), Surat Pemberitahuan Tahunan (kakutei shinkokusho hikae), Surat Keterangan Penghasilan (shotoku shomeisho), Surat Referensi Bank, fotokopi buku tabungan 3 bulan terakhir, dan surat keterangan bekerja yang mencantumkan lama bekerja dan besar penghasilan dari pengundang. Jangan lupa juga scan Surat Keterangan Domisili Pengundang (juminhyo).

      Jika dengan biaya sendiri, kita tidak perlu melampirkan data-data tersebut, cukup fotokopi buku tabungan atau rekening koran 3 bulan terakhir.

      Semoga membantu 😀

      Suka

      1. Makasih mba buat penerangan nya hehe, saya ke jepang atas biaya sendiri ,,

        tapi ada beberapa yang saya mau tanya” lagi ni 😉
        untuk Dokumen yang berkenaan dengan pengundang,apa sudah cukup fotocopy KTP Jepang pengundang saja yang disertakan mba?

        trs, andaikata visa ditolak , apa bisa langsung diajukan kembali untuk permohonan visa yang baru? atau harus menunggu beberapa waktu?
        soalnya saya rencana berangkat tanggal 9 Nov 2016 ,
        agak takut kalau visa nya di tolak :”)

        Thanks b4 mba Odilia 🙂

        Suka

      2. Halo egen terimakasih sudah mampir.
        Untuk dokumen pengundang, tergantung apakah pengundang hanya mengundang saja. Kalau dia juga membiayai harus menyertakan :

        1. Surat Keterangan Pembayaran Pajak (nouzei
        shomeisho ) yang mencantumkan besar
        penghasilan
        2. Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)
        (kakutei shinkokusho hikae )
        3. Surat Keterangan Penghasilan
        (shotoku shomeisho )
        4. Surat Referensi Bank
        5. Fotokopi Buku Tabungan (3 bulan terakhir)
        6. Surat Keterangan Bekerja yang mencantumkan
        lama bekerja dan besar penghasilan
        7. Surat Keterangan Domisili Pengundang
        (juminhyo ).Bila Pengundang adalah WN Asing
        yang berdomisili di Jepang, maka Surat
        Keterangan Pencatatan Domisili (Alien’s
        Registration Card/ Certificate )
        8. SIUP (tokibotohon )
        (Surat Keterangan Bekerja bila undangan
        secara personal.)

        Andaikata visa ditolak baru bisa mengajukan setelah 6 bulan kemudian ya, jadi nggak bisa langsung.

        Sukses ya untuk rencana liburannya 😀

        Suka

  10. Hi kaa…masih tinggal di bali kah? Kebetulan mau ke jepang nov tgl 2 ini. Bisa g kita meet up? Aku tinggal di kuta. Ini pertama kalinya perjalanan ke jepang, mohon petunjuknyaa

    Suka

    1. Hai Nia, kamu mau ke jepang tgl 2nov. Berapa orang ya ? Kebetulan aku jg akan ke jepang tgl 3nov dan sendirian hehe barangkali nanti bisa bareng 🙂

      Suka

  11. hallo mbak….
    mbak, mohon bantuannya saya ada rencana mau travelling ke jepang terutama osaka sendiri ( tanpa tour ) saya dah buat daftar tujuan2 wisatanya kemana aja cm bingung nih mbak soal transportasi yg paling efektif pake apa ya?sy bingung kan ada wonder loop pass, jr railway pass, osaka amazing pass / kansai pass..dan biasanya untuk trip ke osaka bth wkt brp lama ya , mbak? mohon bantuannya mbak..
    trus klo pny rekomendasi hotel murah di osaka area shinsaibashi mau juga info ya mbak, thanks a lot ^_^

    Suka

    1. Halo Mba Syela
      Terimakasih sudah mampir dan japri saya ya 😀
      Intinya kalau di Jepang, pilih day pass yang sesuai itu dengan cara mencocokkan dengan itinerary kitanya seperti apa supaya nggak mubazir :D. Ada beberapa info hostel murah kok Mba di Osaka, salah satu yang terkenal Hostel Toyo dan Diamond. Coba search lagi di google supaya lebih banyak referensi 😀 karena waktu di Osaka saya pakai CS

      Suka

  12. Halo Mba Odilia,

    Terimakasih sudah menulis pengalamannya disini, jujur saya amat terbantu dengan tulisan Mba Odilia.
    Saya dan teman – teman saya punya rencana untuk ke Jepang di bulan Mei 2017 selama 9 hari (ok ini masih lama banget), tapi lebih bagus saya mencari informasi dari sekarang agar dapat memanfaatkan waktu semaksimal dengan biaya seefesien mungkin disana.
    Kebetulan penerbangan kami tiba dan pulang dari Tokyo Haneda, apakah mba Odilia punya saran atau itenerary yang bisa saya jadikan sebagai bahan acuan ?

    Terimakasih 😀

    Suka

  13. Halo Mba Odilia,

    Terimakasih sudah menulis pengalamannya disini, jujur saya amat terbantu dengan tulisan Mba Odilia.
    Saya dan teman – teman saya punya rencana untuk ke Jepang di bulan Mei 2017 selama 9 hari (ok ini masih lama banget), tapi lebih bagus saya mencari informasi dari sekarang agar dapat memanfaatkan waktu semaksimal dengan biaya seefesien mungkin disana.
    Kebetulan penerbangan kami tiba dan pulang dari Tokyo Haneda, apakah mba Odilia punya saran atau itenerary yang bisa saya jadikan sebagai bahan acuan ?

    Terimakasih 😀

    Suka

  14. Hallo Mba Odilia,
    terimakasih sharing Itinerarynya. Saya rencana ke jepang april 2017 selama 10 hari (2 hari perjalanan, 8 hari Jepang). yang mau saya tanyakan dengan itinerary seperti ini:
    day 1: berangkat,
    day 2: tiba – keliling tokyo,
    day 3: tokyo,
    day 4: fuji,
    day 5: osaka – USJ
    day 6: full day Osaka
    day 7: Kyoto
    day 8: Kyoto
    day 9: Tokyo
    day 10 : Back to Jakarta
    Untuk transport apakah lebih hemat beli JR Pass 7 days?
    terimakasih. mohon pencerahannya.

    Suka

    1. Saya rasa itin ini bisa diakali dengan beli day pass ketengan dan ke Osaka dari Tokyonya nak bis malam begitu pula kembalinya ke Tokyo (perjalanan malam). Tapi kalau mau cepat ya beli JR Pass mba karena bisa naik shinkanshen yang hanya ditempuh dalam waktu 3 jam, sedangkan naik bus malam sekitar 8 jam berangkat malam sampai pagi.

      Suka

  15. halo mba odilia..
    membantu sekali tulisannya..
    rencananya bulan april 2017 saya mau ke jepang..boleh tanya klo dari tokyo ke kyoto enaknya naik bus atau kereta y..kalo misal naik bus itu dari mana dan beli tiketnya dimana?
    mohon untuk dibantu ya mba..
    terima kasih 😊

    Suka

    1. Halo Mba Ita, terimakasih sudah mampir. Kalau naik kereta agak mahal (dalam kasus ini shinkanshen yang direct) bisa mencapai 13000-14000 Yen. Tapi memang cepat sekitar 3 jam. Kalau naik rapid harus transfer dan tidak efisein, harganya juga tidak beda jauh.

      Sedangkan naik bus, kalau dapat promo bisa seharga 3900 Yen, hanya saja perjalanan yang ditempuh lebih lama sekitar 7-8 jam (perjalanan malam). Jadi dicocokkan saja dengan itinerarynya. Untuk pembelian tiket bus bisa langsung ke http://www.willerexpress.com Sebenarnya ada banyak pilihan bus namun situs yang menyediakan bahasa inggris hanya bus teersebut.

      Suka

  16. Mbak Odilia,
    Kalo dari 10 hari itin mbak itu, mau dipangkas jadi 7 hari, kira2 apa aja yg bisa dilewatkan ya?
    (tetep pingin ke Osaka dan Kyoto, tokyo bentar aja)
    trus ada rincian pengeluaran yg dalam bentul excel nya gak?
    Mbak rencana pergi April 2017 dengan rombongan yak?

    trims ya.

    Suka

    1. Halo,
      Terimakasih sudah berkujung ke blog saya 😀
      Dalam 7 hari bisa saja mengunjungi 3 kota hanya saja beberapa tempat harus dipangkas dan menyiapkan tenaga ekstra karena akan sering mobile.
      Untuk pengeluaran dan itinerary bisa saya bantu pembuatannya dengan melakukan pemesanan itinerary bisa baca lebih lengkapnya disini: https://gadisransel.net/2016/09/20/solusi-itinerary-liburan-asyik/

      Untuk april 2017 kebetulan hanya buka di Korea Selatan saja mba. Sedangkan untuk Jepang akan ada trip Summer, Autumn, dan Winter kalau berminat bisa PM saya langsung 😀

      Terimakasih

      Suka

  17. Hallo…duhhh…rasanya ngiri banget baca blog ini.
    April thn ini hrsnya sy brkt ke jepun tp gagal gegara ditipu sm TLnya yg bernama Sarah Jihan.
    Mbak Odillia kenal ga? Yg org arab rmhnya di cilegon, yg kakaknya bintang sinetron shiren shafira…
    Sengaja sy tulis disini spy tdk ada korban2 yg lain.
    Hati2 ya semua…tks

    Disukai oleh 2 orang

  18. Ngenes baca blog ini. Hrsnya april kmrn sy brkt ke jepang tp batal gegara ditipu sm TL nya. Mbak Odillia kenal ga…
    Namanya Sarah Jihan, yg orgnya gemuk keturunan arab. Rmhnya di serang banten.
    Dia punya adik bintang sinetron namanya Shiren Shafira.
    Sengaja sy tulis disini spy tdk ada korban2 yg lain. Krn kmrn korbannya banyak banget…
    Hati2 ya prenzzz…

    Mb Odilia, juni nti tgl 6 sd 14 juni rencana sy sekelg mau ke jepang brkt sendiri. Tp smpi skrg msh buntu mau kmn aja. Yg jls sih pingin ke tokyo kyoto n osaka.
    Brgkali nti ada yg sy ingin tanya2 boleh kan.
    Tiket sdh ditangan sih..
    Tks

    Suka

    1. Halo Mb Lilik
      Terimakasih sudah mampir ke blog saya 😀

      Turut prihatin ya mba, ini juga salah satu kesedihan saya sehingga teman-teman yang buka open trip beneran secara mandiri ikut dirugikan juga akhirnya.
      Terimakasih sharenya mba supaya teman-teman lain lebih waspada.
      Boleh banget kalau mau tanya-tanya mba, silahkan japri ke gadisransel@gmail.com ya! Ditunggu 😀

      Suka

  19. halo, saya mau tanya tentang transportasi di jepang yang lebih efektif.
    sudah saya email. tolong di balas yah 🙂
    belum ada experience ke jepang, jadi ngumpulin info banyak2.
    trims bantuannya

    Suka

  20. halo mbak Odilia,
    saya rencana mau ke Jepan april 2017 selama di tokyo dan hakone enaknya pake JR Tokyo wide pass atau Tokyo Subway 1 day pass dan hakone day pass?
    terus apakah objek wisata yang diitenary mbak itu free semua?

    terima kasih

    Christine

    Suka

    1. Halo Mba terimakasih sudah mampir ke blog saya 😀
      Sebenarnya masalah day pass apa yang dipakai tergantung Mba saja bagaimana. Kalau sekiranya hanya keliling dalam Tokyo saja dan Hakone lebih baik gunakan Tokunai Pass dan Hakone 2 Day Pass. Kalau pergiya jauh-jauh dari Tokyo baru gunakan Tokyo Wide Pass :D. Kalau yang di Hakone yang saya kunjungi kebetulan free semua dan saya tidak masuk ke Tokyo Tower serta Sky tree hanya foto di depannya saja 😀

      Suka

  21. Kakak blignya membantu banget.. Kmgkinan tahun depan ada rencana ke jepang dan kayaknya bisa nyontek itin kakak nih hehe, masih bingung dengan sistem transportnya yg djelasin knpa bnyak babget tipe cardnya, tp masih bisa baca2 dlu krn waktu masih kama.
    Anyway, makasih bnyak kakak atas infonya.

    Suka

  22. Halo mbk odilia slm kenal sy juga dr bali ada renvana mo ke japan tapi pas maret-april (chery blossomnya 😬) slm ini klo liburan sllu pki travel,,pengen sekali2 backpacker biar serunya dapet,,boleh ya sy add line nya mo nanya2 info 😚

    Suka

  23. Hai mba,, saya mau tanya,, kira2 bisa membantu saya memahami rute transportasi jepang gak ya? Hahaha mgkn ada web yg bs membantu atau gimana,, kayak tipe2 pass dan harganya.. Thanks

    Suka

  24. Terima kasih atas tulisan yang sangat berguna ini. Saya sangat tertarik dengan jalan-jalan ke Jepang ini, meski saat ini saya belum ada rencana ke sana, tapi sudah punya niat ke sana tahun depan. Mba Odilia selain line, ada no. WA kah?

    Suka

  25. Halo!! keren, membantu banget postingannya, aku ada rencana ke jpn tgl 15-20 april besok. boleh minta bantuan itinerary selama disana? berhubung ini perginya dadakan dan mepet waktunya huhu. thanks before :))

    Suka

  26. halo mbak, aku tertarik banget untuk ke jepang, thanks sebelumnya atas infonya, tapi aku mau minta tolong kalau ke jepang kira2 bulan mei tgl 24 mei s/d 28 mei’17, bisa dibantu itinerary sebab baru pertama kali ke jepang jadi masih ragu2 bisa jalan sendiri atau harus paket tournya? trus kalau bawa anak umur 5 tahun gitu agak susak kgk ya, thanks sebelumnya

    Suka

  27. halo kak… sangat informatif blognya.. hehe saya ada rencana ke jepang januari 2018. masih jauh si. tp seperti yang dibilang perlu planning karna pembeliat transportasi sangat bingung dan banyak pilihan, dan ternyata setelah ada JR pass pun tidak semua tempat bisa dijangkau. tentang yang penyusunan bantuan itenery apakah sudah termaksud transport yang digunakan serta tempat tinggal kak? terima kasih

    Suka

    1. Halo Cynthia, untuk bantuan itinerarynya sudah termasuk hitungan budget, rekomendasi tempat tinggal serta link potongan diskon 295rb di AirBnB juga. Plus beberapa informasi dan peta yang sekiranya kamu perlukan 😀

      Suka

  28. Hallo mba… mau tanya, gimana cara baca peta subway dan peta kereta dari JR. karena jujur saja saya paling susah/ lambat untuk baca apalagi mengerti cara baca peta. dan mohon info juga bahan/ referensi untuk mengerti peta selama di jepang itu dari mana saja sumbernya…

    Suka

    1. Halo Mba Irani, silahkan buka hyperdia ya disitu akan ada panduannya. Kalau menurut saya sih peta subway dan JR memang agak ruwet kalu dibaca berbarengan. Pilih gambar peta subway dan JR yang sendiri-sendiri. Tentukan stasiun awal dan tujuan lalu telusuri jalurnya. Kalau sudah tahu pasti akan lebih mudah kok mba. Satu hal, naik kereta di jepang itu asyik!

      Suka

  29. Halo mbk odelia,,saya ada rencana ke japan pas autumn,,klo mbk ada trip boleh dong saya gabung!! Saya juga dari bali,,mnta email atau WA ya mbk
    Trima kasih

    Suka

  30. Hai Kak, mau tanya2 Boleh…saya mau ke jepang untuk melihat MotoGp. Rencananya dr Tokyo ke Motegi lalu ke Osaka. ada Saran untuk transportasinya yg efisien gak Mbk?

    Suka

    1. Tergantung Tiara mau mode transportasi yang seperti apa. Kalau mau cepat bisa gunakan shinkansen kemudian sambung kereta. Kalau mau enjoy dan menikmati jalanan bisa naik bus :D. Kalau memang mau naik kereta shinkansen sebaiknya beli JR Pass ya !

      Suka

  31. Hi mbak Odilia,

    Wah artikelnya luar biasa sekali. saya berencna mengunjungi jepang tahun depan pda bulan april. Tapi saya masih bingung dengan moa transportasi di jepang. klau saya tanya2 mbak via email boleh? terimakasih.

    Suka

  32. halo mba.. saya ada rencana trip ke jepang.. pertama kalinya.. menurut km mending ikut tour apa sendiri aja yaa.. rencana berangkat berdua dgn istri…

    terimakasih .

    Suka

    1. Halo Mas Rizki…sebenarnya tergantung berdua dengan istri saja bagaimana. Kalau suka yang santai dan sedikit ribet sambil berpetualang lebih baik berangkat sendiri dan saya yakin harganya lebih murah daripada ikut tour. Kalau ikut tour memang agak lebih mahal sedikit tapi nggak usah pusing mikir lagi cari jalan, tinggal ikut saja beres dan pasti sampai 😀

      Kalau saya sih menyesuaikan ya, overall lebih pilih arrange sendiri sedangkan sisanya mungkin seperti day trip saya ikutan agen.

      Suka

  33. Mba Odilia, thanks for sharing your great experience in detail, pretty awesome ^^

    Mau tanya di Hakone itu bisa PP yah, tidak harus menginap disana ?
    odakyu hakone pass apakah sudah include PP naik kereta (dari shinjuku), cable car (train yang ditarik pakai kabel), Ropeway/Gondola, Cruise/Kapal, dan bus ?
    Itu Mba 1 day hakone berangkat jam berapa dari penginapan di Tokyo ?

    Mba punya link map transportasi di Jepang yang recommended ga ? Saya lagi rajin searching trip ke Japan nieh ^^ pengen backpacker aja biar free & murmer hehehe

    Suka

    1. Halo Kusuma
      Yes betul sekali bisa PP kok karena memang free pas dan bisa dipakai 2 hari.

      Jadi semua odakyu line yang dicover pass ini sudah free tinggal tunjukin aja sebelum naik keretanya.

      saya kemarin kesiangan sih dari penginapan, berangkat jam 9. Ada baiknya berangkat jam 7 pagi yaa hehehe

      silahkan ke mesin pencari ggogle dan ketik pdf subway tokyo pasti ada kok 😀

      semoga membantu

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s