Tips

Budget & Itinerary Backpacking 5 Negara Selama 3 Minggu

Juli 2015 saya berkesempatan untuk menjelajah 5 negara ASEAN : Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Singapura. Karena ini merupakan trip perdana saya, persiapan saya lakukan sebaik mungkin karena jujur saja saya orang yang well prepared. Saking well nya, suka stress dan panik sendiri hehe :D.

Berhubung ini adalah trip perdana saya, segala sesuatunya saya usahakan sebaik mungkin termasuk itinerary dan budgeting. Berikut Itinerary Asean yang saya rancang. Untuk teman-teman yang punya rencana backpacking ke luar negeri pertama kali sebagai solo traveler bisa intip persiapan anti galau saya disini. Apalagi yang tipenya masih suka panik dan nangis kalau lupa bawa sendok buat makan siang 😛 :P. Meskipun pada kenyataanya ada rencana yang berubah seperti destinasi dan tempat menginap, namun saya berusaha tidak keluar dari budget yang telah saya tetapkan.

Awalnya saya selalu googling untuk mendapatkan tips backpacking yang murah. Namun sekali lagi, jumlah pengeluaran tiap orang berbeda. Tentunya ini disesuaikan dengan gaya backpacking masing-masing orang. Sebagai contoh, saya nggak masalah tidur dimana saja yang penting aman, tidak harus di hotel mewah. Bahkan tidur di pinggir kolam renang saya jalani sewaktu di Mui Ne, Vietnam.

Teman-teman bisa jadikan itinerary dan budget saya sebagai contoh dan referensi apabila memang cocok. Untuk info saja, saya menghabiskan 8 jutaan selama 3 minggu menjelajah 5 negara all in, alias termasuk oleh-oleh dan tiket pesawat pulang pergi. Tentu saja ini tidak terlepas dari bantuan banyak orang yang saya temui di jalan berikut lengkap dengan scam yang meninggalkan bekas luka di hati :'(.

Kali itu saya berangkat dari Juanda ke Kuala Lumpur dengan tiket promo sebesar 310 ribu rupiah. Maksud hati bertolak ke Surabaya naik bis umum eh kebetulan ada kenalan yang sekalian jalan ke Surabaya. Diantar dengan selamat sampai terminal internasional loh :D. Oke, langkah pertama penghematan sebesar 50 ribu sangat membantu saya :D.

Rute yang saya ambil adalah Surabaya- Malaysia-Thailand-Kamboja-Vietnam-Malaysia-Singapura-Surabaya. Berikut rangkuman perjalanan saya serta beberapa link yang mungkin berguna untuk teman-teman yang masih asing dengan solo traveling.

Malaysia

Aslinya sih semalam numpang tidur di KLIA2 dan lanjut penerbangan ke Krabi esok paginya. berhubung hanya semalam, saya putuskan untuk tidur di bandara saja. Agak susah waktu itu mencari tempat tidur karena beberapa informasi tempat untuk tidur sudah tidak diperbolehkan lagi! KLIA2 itu besar, BANGET! Akhirnya saya menemukan spot tidur di Burger King dekat dengan elevator di lantai keberangkatan dengan dalih membeli french fries. Syukurnya saya dapat sofa jadi bisa tidur. Tenang saja nggak usah sungkan soalnya banyak juga yang tidur disana. Kalau mau lebih nyaman lagi bisa tidur di area setelah imigrasi.

Oya, di bandara ini ada banyak colokan listrik. Perlu diperhatikan untuk membawa international plug karena berbeda dengan Indonesia. Tempat colokan favorit saya biasanya sih di pojokan dekat dengan ATM yang ada bangkunya jadi nggak duduk lesehan. Yang buat saya penasaran sampai sekarang adalah kursi pijat. Beberapa kali menyambangi bandara ini namun belum juga sepat nyobain kursi pijat murah mulai dari 3 RM. Lumayan buat hilangin pegel! Untuk informasi lebih lanjut tentang bandara KLIA2, termasuk bagaimana konek jaringan internet silahkan klik disini.

Nah langkah-langkah koneksi jaringan internet di KLIA2 ini cukup mudah :

1. Matikan data servis di HPmu untuk mencegah terkena biaya data roaming
2. Pilih ‘FREE_WIFI@KLIA’
3. Buka browser, otomatis akan dihubungkan ke login page
4. Pilih ‘Click to surf’ 
5. Stay connect with free wifi!

Oya, jangan lupa untuk mematikan koneksi setelah pemakaian. Batas pemakaian wifi ini hanya 3 jam saja. Setelah jeda beberapa menit, masih bisa konek kembali ke internet.

Sebenarnya kalau dilihat, bandara KLIA2 ini lebih mirip mall. Area duty freenya juga lebih besar dari bandara Kansai, Osaka. Ada banyak barang yang menarik dibeli tapi saya sih tetap memadang lurus nggak tolah toleh apalagi berusaha buka dompet :'(. Oleh sebab itu untuk penerbangan lanjutan setidaknya sediakan waktu sekitar 3 jam. Antrian imigrasi juga lumayan lama, biar nggak deg-deg serr ketinggalan pesawat.

Sekilas perjalanan saya di Malaysia, lebih tepatnya di Kuala Lumpur sekembalinya dari Ho Chi Minh City lumayan asik dan agak nyleneh. Saya dapat host orang Malaysia asli dan saya mengelilingi Kuala Lumpur malam hari sampai subuh. Benar-benar tidak biasa! Jadi pemadangan yang banyak saya lihat adalah kerlipnya lampu dan sisi lain Kuala Lumpur malam hari :D. Saya berterimakasih banget sama host saya ini. Selain dapat pengalaman lain sebagai orang lokal, hemat biaya juga :D. Silahkan klik tautan dibawah ini  untuk disini untuk map floor KLIA2.

KLIA2_FloorPlan A4_PF

map-lrt-ktm-monorail-kuala-lumpur-big (2)
Peta LRT Kuala Lumpur

Thailand

Saya mengunjungi 3 kota yang berbeda selama di Thailand, Krabi, Phuket, dan Bangkok. Saya jatuh cinta dengan Bangkok dan ingin kembali kesana lagi :D. Krabi kota kecil dan sepi. Saya suka menjelajah tepat yang sepi. Meskipun sepi, namun struktur jalan sudah sangat bagus. Bandara Krabi juga kecil, sekecil bandara di Bima, hanya saja terdapat 2 lantai. Kebetulan saya dijemput oleh host saya. Lagi-lagi hemat biaya transportasi dari Krabi ke Ao Nang. Tidak hanya itu, makan siang gratis dan bonus diantar ke beberapa tempat wisata sampai diantar ke hostel juga saya dapatkan :D! Saya menginap di Ao Nang Backpacker Hostel seharga 150THB/malam. Saya merekomendasikan hostel ini karena cocok sekali untuk kantong backpacker.

Saya sendiri agak susah mendapatkan koneksi internet di bandara Krabi, bisa jadi tidak ada wifi. Ada money changer juga namun saran saya tidak menukar disini. Kemarin saya ambil tunai di ATM dengan biaya potongan sebesar 30 ribu karena tak kunjung menemukan Bank CIMB Niaga.

Phuket, kota tujuan saya selanjutnya. Saya lebih memilih lewat darat dari Krabi yang memakan waktu sekitar 3,5 jam dengan menggunakan van. Pengalaman saya perjalanan menuju ke Phuket dan yang terjadi disana sungguh tidak akan saya lupakan. Kalau diingat lagi betapa bersyukurnya saya masih bisa hidup dan mengelilingi Phuket meskipun tidak bisa mengabadikan banyak momen selama di Phuket. Perjalanan saya lebih lengkap di Phuket bisa dibaca disini.

Kebetulan juga waktu itu saya mendapatkan tiket promo dari Phuket ke Bangkok dari Air Asia sebesar 492THB alias nggak sampai 200 ribu rupiah! Sudah saya bandingkan dengan perjalanan darat dengan bus, masih lebih murah dan tentu saja hemat waktu. Mengingat perjalanan dari Phuket ke Bangkok bisa semalaman.

Bandara Phuket juga tidak begitu besar, sehingga tidak akan tersesat. Berikut saya berikan informasi tentang Bandara Phuket. Saya habiskan malam saya di bandara karena penerbangan saya ke Bangkok cukup pagi. Saya takut ketinggalan pesawat, sedangkan harga sewa van dari Patong cukup mahal. Harga bus dari Phuket Town ke bandara seharga 100THB dengan durasi perjalanan sekitar 2 jam kala itu.

Touch down Bandara Don Mueang juga gampang, saya tidak menemui kesulitan disini. Keluar area bandara serasa di Jakarta. Mirip. Disitu sudah ada banyak penumpang yang menunggu bis, silahkan antri sesuai dengan tujuan/nomor bus. Untuk menuju kota, kita bisa naik bis A1/A2 sebesar 30THB tergantung tujuan. Saat itu saya janjian dengan host saya di Bangkok di BTS Mochit. Dia jugalah yang memberikan banyak kejutan yang mungkin tidak saya dapatkan sebagai turis :D.

wpid-railmapmq6
Railmap Bangkok

 

Kamboja

Kunjungan saya di Kamboja awalnya hanya ke Siem Reap. Namun detik-detik akhir sebelum memulai trip panjang saya putuskan untuk mampir sebentar ke Phnom Penh dan ke Takeo untuk menjadi volunteer.

Siem Reap? Komentar saya tentang kota ini adalah overpriced. Karena transaksi menggunakan dolar Amerika, meskipun mata uang sendiri yaitu Riel masih digunakan. Saya cederung mengkonversikan semua harga yang saya bayar kedalam rupiah yang akibatnya bikin pusing sendiri :'(. Tapi asli, air 1,5L dihargai 1,5 dolar alias hampir 20ribu. Untuk penginapan rata-rata kamar dorm adalah 5USD. Kunjungan singkat saya di Siem Reap juga membuat saya banyak belajar dan menambah teman baru.

Oya, night market ini terkenal di Siem Reap. Namun menurut saya, Chatuchak tetap juaranya. Saran saya kalau membeli apapun sebaiknya di Chatuchak saja.

DSC_0157 (2)
Night Market yang terkenal di Siem Reap

Selebihnya, Phnom Penh adalah kota tempat saya singgah menuju Takeo. Saya menghabiskan 4 hari di Takeo untuk mengajar Bahasa Inggris di sekolah setempat. Nah, di tempat inilah biaya hidup saya sehari tidak lebih dari 3USD/hari. Sangat murah, mengingat ini ada di daerah pinggiran.

Vietnam

Awalnya saya senang sekali tiba di Vietnam. Akhirnya, saya mendapati huruf latin setelah 2 minggu berkutat dengan huruf mengular! Lagi-lagi saya menerima pertolongan di kota ini. Dalam perjalanan dari Phnom Penh menuju Ho Chi Minh City saya berkelanalan dengan penumpang bis yang akhirnya menjadi host saya selama di Vietnam. Karena dialah saya serasa hidup di Ho Chi Minh dengan mengintari gang-gang sempit dan blusukan di apartemen tua!

Kalau baca pengalaman orang lain yang kena scam selama di Ho Chi Minh City, tidak begitu halnya dengan saya. Scam memang bagian dari perjalanan, tapi alangkah lebih baiknya apabila diminimalisir sebisa mungkin. Disini pulalah itinerary dadakan ke Mui Ne terjadi. Awalnya saya berencana ke Vung Tau, namun berubah arah ke Mui Ne.

Nah di Mui Ne ini, ada satu penginapan favorit saya yang saya pesan detik-detik akhir keberangkatan. Yup! Di dalam bis yang berangkat menuju Mui Ne saya baru memesan penginapan. Untungnya penginapan ini memang bagus dan saya tidak kecewa. Silahkan review sendiri di Mui Ne Hills Budget Hotels. Dulunya bernama Mui Ne Hills 2. Amenitiesnya lengkap dan tidak mengecewakan, plus ada diskon di Breeze Bar and Restaurant untuk breakfast dan dinner di jam tertentu!

Singapura

Sebenarnya perjalanan ke Singapura ini bonus. Awalnya saya membatalkan tiket kepulangan saya dari Kuala Lumpur ke Surabaya karena ada teman yang mengajak trip ke China. Eh nggak tahunya batal. Akhirnya saya beli lagi tiket pulang yang rata-rata harganya 2 kali lipat karena bertepatan dengan Lebaran. Nemu tiket murah dari Tiger Air tapi transit di Singapura 24 jam. Pikir saya lumayan karena menambah daftar destinasi. Di hari itulah saya tidur di Bandara Changi karena penerbangan saya ke Surabaya pagi hari esoknya. Saya sempat linglung di Bandara ini karena memang kurang persiapan. Saya pernah membaca bahwa unlimited pass seharga 20 dolar bisa dibeli di Bandara. Namun banyak counter yang ada di depan pintu keluar bandara tidak menjual itu. Mereka menjual pass dengan paket lain yang memang lebih mahal.

Selama 1,5 jam saya sibuk baca peta MRT dan mencari penjual unlimited pass. Ternyata di pojok sebelah kanan pintu masuk ada stasiun MRT. Hahahaha, lucu kalau diingat lagi. Ulasan lain tentang Singapura akan saya tulis secepatnya ya!

mrtmap
Map MRT Singapura

Dan akhirnya, setelah trip panjang selama 21 hari sampailah saya di Indonesia! Semoga sekilas cerita, beberapa link,itinerary dan budget bisa membantu teman-teman sekalian. Happy traveling! Dan jangan lupa bahagia 😀 😀 :D.

 

 

 

 

 

Iklan

14 tanggapan untuk “Budget & Itinerary Backpacking 5 Negara Selama 3 Minggu

  1. Wihh mantep ya mbak.akujg rencana mau nyoba solo travellingg septnnti.pengen ke hanoi ,kamboja ,thailand sama saingapur.enaknya ruteny gimana y mbak biar murah tp ga makan waktu jg.maklum cuma seminggu 😦

    Suka

    1. Kalau 1 minggu saya sarankan 2 atau 3 negara sudah mentok biar bisa menikmati. Tap saya serahkan kembali sih enaknya bagaimana. Kalau ngejar tempelan di paspor sih bisa aja tapi badan jadi akan sangat capek dan tidak menikmati lokal per negara.

      Suka

  2. Wihh seru ya mbak.pengen nyoba jg ni solo trip.pas ke vietnam ga ke ha long bay ya nbak?pengen nge trip ke bangkok singapur vietnam sama kamboja.enaknya gimana ya mbak rutenyamlagi nyari2 jg d internet tp kurang sreg

    Suka

    1. Saya kemarin nggak ke Halong Bay, jauh soalnya di Hanoi, di ujung atas. Nah apalagi negara yang kamu sebutkan adalah rute yang paling banyak orang lewati. Kalau saya kemarin sih ke Malaysia transit dulu lalu ke Thailand esok paginya langsung ke Kamboja, Vietnam, Malaysia, terakhir Singapore. Pandai-pandai lihat rute penerbangan saja. Kemarin karena penerbangan dari Vietnam direct ke Bali tidak ada jadinya saya balik.

      Bisa juga Malaysia dijadikan tempat transit dulu lalu ke Vietnam karena harga tiket ke Ho Chi Minh murah. Setelah itu via jalur darat ke Kamboja, Thailand, balik ke Malaysia. Nah balik ke Malaysia lewat Thailand bisa ditempuh via darat atau pesawat kalau ada yang promo :D.

      Suka

  3. aq baru kelar solotrip tapi baru 3 negara (singapura, bangkok, phuket dan kualalumpur) kepikiran next destinasi vietnam, kamboja dan bangkok lagi hehehhe

    Suka

  4. Woww.. Mba aq juga mau join klo ada trip lg boleh ya… Ini wa aq 089687628332. Anita
    Salken shay.. Berharap bgt bs tour perdana sm tmn2/yg asik kyk mba.. Hehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s