Tips

Persiapan Backpacking Anti Galau Ala Odilia

Liburan sudah di depan mata? Saatnya bersiap-siap dong :D. Jangan sampai ketika liburan ada barang yang tertinggal, dan mungkin terpaksa beli karena lupa. Cara klasik adalah membuat daftar apa saja yang dibawa. Sebenarnya cara ini juga sudah saya lakukan jauh-jauh hari sebelum trip. Namun pada kenyataan di lapangan, ada beberapa hal yang ternyata terlewat.

Sepertinya solo traveling  sedang menjadi tren di Asia. Pendapat ini saya benarkan adanya. Suatu ketika saya sedang asyik diskusi ringan dengan solo traveler lain dari Eropa di tengah trip saya di Propinsi Takeo , Kamboja. Menurutnya, saat ini sudah banyak backpacker asal Asia yang dia temui, terlebih lagi seorang cewek! Kebetulan saat itu saya sendiri dan juga ada seorang solo traveler lain dari Shanghai, China. Sedangkan saat di Kyoto dan Osaka, banyak orang yang terheran-heran saya menjalani trip sendirian. Padahal yang lain juga sudah banyak.

FB_IMG_1450637226212

Kemudian, entah kenapa kata “backpacker” sering ditautkan dengan kata gembel. Padahal meskipun gendong ransel tanpa koper, tetap bisa jaga penampilan loh. Apalagi perempuan, mau foto-foto yang diupload di sosial media cantik dan rapi kan? Nah, karena banyak yang galau apa saja yang harus dipersiapkan untuk menyiapkan tripmu. Ini membantu dan berguna sekali sebagai referensi, terutama untuk backpacker pemula. Maka dari situ saya  berikan beberapa catatan barang apa saja yang harus dibawa dalam tasmu. Oh ya, apabila list dibawah ini terlalu detail bisa disesuaikan dengan kebutuhan pribadi masing-masing.

 

Obat-Obatan

20160112_221904

Obat-obatan ini adalah hal yang paling penting selama trip. Jujur tidak ada yang mengharap sakit selama trip, namun ada baiknya kita berjaga-jaga. Pengalaman ini saya dapatkan ketika berlibur ke Krabi. Saya hanya menyiapkan obat-obatan untuk sakit yang sering alami. Namun saat pulang dari tour di Phi-Phi Island saya terserang flu. Karena tidak siap vitamin dan obat flu, maka saya terpaksa membeli di apotik terdekat. Hal ini membuat dana trip saya berkurang karena membeli kepentingan mendadak. Berikut daftar obat-obatan yang saya bawa selama trip, plus tambahan pentingnya.

  1. Vitamin C. Wajib dibawa untuk menjaga kondisi tubuh saat trip.
  2. Obat flu.
  3. Obat demam, yang paling gampang adalah paracetamol.
  4. Plester.
  5. Obat sakit kepala.
  6. Koyo. Tidak disadari pundak kita menahan backpack yang berat selama trip. Apalagi trip dalam jangka waktu yang lama. Saya berbagi koyo ke teman traveller lain saat perjalanan kembali dari Mui Ne ke Ho Chi Minh City, dia sendiri sudah trip selama 3 bulan lebih. Wow! Cerita dari teman saya yang berlibur di Singapura selama 5 hari, dia lupa membawa koyo. Alhasil dia beli di Singapura seharga 40SGD. Bayangkan betapa mahalnya koyo seharga 400rb yang harusnya bisa dibeli tidak lebih dari 15rb :’(.
  7. Gel pereda nyeri. Seringkali barang ini dilupakan, padahal gel ini manjur banget setelah lelah berjalan seharian untuk mengurangi rasa sakit di kaki.
  8. Tolak Angin.
  9. Minyak kapak/minyak kayu putih.

 

Kosmetik dan Aksesoris

Camera 360

Kosmetik tidak hanya untuk perempuan saja loh, kaum Adam juga perlu. Berikut daftar kosmetik yang saya bawa, yang lain bisa menambahkan ya :D. Oya, saya selalu membawa kosmetik berbentuk kecil yang praktis dan tidak berat.

  1. Krim pagi + krim malam.
  2. Bedak.
  3. Maskara.
  4. Pensil alis.
  5. Lipstik/Lipgloss. Lipgloss ini penting sekali bila mengunjungi negara bersuhu dingin untuk mencegah bibirmu pecah-pecah. Bahkan saking parahnya bisa saja berdarah.
  6. Eyeshadow.
  7. Softlens. Terkadang saya pakai softlens di trip tertentu seperti city tour karena lebih praktis daripada memakai kacamata.
  8. Air Softlens.
  9. Parfum dan deodorant.
  10. Eyeliner.
  11. Karet rambut.
  12. Sunglasses.
  13. Sunblock. Ini tidak boleh terlupakan, penting! Trip tanpa sunburn memang nggak mungkin, tapi sunblock bisa mengurangi sunburn pada kulit. Saya sarankan menggunakan sunblock dengan SPF tinggi. Saya sendiri tidak sengaja membawa 3 macam sunblock SPF 30, 50 dan 110. Pulang trip kulit memang bertambah gelap, namun apa jadinya bila tidak memakai sunblock? Mungkin sudah tidak tertolong gelapnya warna kulit saya. Hahaha.
  14. Tisu basah dan kering.
  15. Hand Sanitizer.
  16. Hand cream. Ini salah satu benda yang terlupakan apalagi bila mengunjungi negara bersuhu dingin. Saat di Kyoto, saking dinginnya tangan saya kering dan sakit sekali bila disentuh.

Sedangkan aksesoris disesuaikan dengan individu masing-masing. Saya misalnya, tipe perempuan yang cukup girly. Karena itu, aksesoris selalu hadir menemani penampilan saya sekecil apapun itu. Untuk aksesoris, biasanya saya hanya membawa jepit rambut, bando, gelang dan topi. Kacamata hitam juga selalu setia menemani perjalanan saya :D.

 

Perlengkapan Mandi

Untuk semua benda cair peralatan mandi harus dikemas dalam botol yang ukurannya tidak boleh lebih dari 100ml. Peraturan ini berlaku kalau kamu tidak membeli bagasi dan hanya bepergian dengan menggunakan bagasi kabin yang dibatasi seberat 7 kg. Untuk menyiasati ini, maka pergunakanlah botol 100ml daripada disita saat scanning tas.

  1. Shampoo.
  2. Sabun mandi, saya pilih sabun mandi yang cair dan selalu membawa shower puff.
  3. Sikat Gigi. Usahakan bawa yang ada tutupnya untuk mengurangi kuman yang masuk karena sering berpindah tempat saat trip.
  4. Pasta gigi.
  5. Sabun muka.
  6. Handuk. Bawa ukuran kecil dan ringan supaya tidak makan tempat dan cepat kering.
  7. Alat cukur. Saya lupa alat krusial ini. Lagi-lagi saya harus beli mendadak dan mengurangi jatah dana trip saya :’(.
  8. Detergen. Ini penting banget dibawa selama trip. Saya lupa membawa detergen dan harus membeli untuk mencuci baju saya. Dengan mencuci baju sendiri akan menghemat biaya laundry. Bawalah detergen kemasan kecil yang praktis dan tidak menambah berat carrier

 

Baju

Kenali kondisi tubuhmu dan cuaca negara yang akan kamu kunjungi. Hal ini berguna sekali untuk menentukan jenis baju apa yang kamu bawa. Misalnya, saya melakukan trip di negara Asean selama 3 minggu. Karena cuaca negara di Asean tidak berbeda jauh dengan cuaca di Indonesia maka bawalah baju yang ringan yang sesuai dengan keadaan tropis. Lain halnya bila berkunjung ke negara dingin/sedang musim salju, maka kamu harus membawa baju hangat.

20151016_131644

  1. Kaos. Ini bergantung pada tripmu. Saya membawa 4 buah kaos selama trip untuk 3 minggu yang bisa dicuci dan dipakai kembali. Pilih bahan kaos yang ringan dan tidak mudah kusut sehingga tidak kelihatan kalau tidak disetrika sehabis dicuci :D.
  2. Satu celana jeans panjang dan 3 celana pendek cukup untuk trip panjangmu!
  3. Baju dalam. Hitung perlengkapan baju dalam setidaknya cukup untuk 3 hari kedepan. Saya sendiri tidak suka dengan ide celana dalam sekali pakai atau disposal panty. Pertama, ini menambah jumlah sampah. Kedua bagia vital tubuh kita perlu dilindungi dengan memakai baju dalam yang nyaman dan tidak bikin gerah dan akhirnya timbul penyakit :D.
  4. Saya membawa 2 buah jaket. Satu jaket tipis untuk city tour atau pergi ke tempat yang dekat, satu lagi jaket tebal. Ribet ah bawa 2! Namun bagi saya ini perlu sekali, karena sebelum trip saya sudah merencanakan akan tidur di bandara dan melakukan perjalanan antar kota pada malam hari menggunakan bis. Jadi tidak ada ruginya membawa 2 jaket untuk melindungi tubuh kita dari dingin.
  5. Kain pantai. Kain ini banyak manfaatnya. Jadi selimut, syal, penutup celana pendek (bila bepergian ke tempat ibadah seperti pura/vihara/tempat yang mengharuskan berpakaian sopan). Saat tidur di bandara kain pantai ini jasanya besar sekali sebagai selimut, soalnya AC di bandara dingin banget!

Oya, jangan sanpai salah kostum ya! Benar-benar kenali tepat tujuanmu. Saat di Mui Ne, saya malah pakai kaos oblong dan hot pants! Akibatnya, gosong setengah mati tiada terkira saudara sekalian. Bahkan sunblock 110SPF pun tidak mempan!

Sedangkan saat saya berkunjung ke Jepang di Bulan Oktober, saya malah tidak membawa celana panjang sama sekali. Kenapa? Karena saya menggantinya dengan stocking! Japan is about stocking! Dimana-mana semua wanita memakai stocking, seperti tren atau entah alasan lain. Selain itu, dibandingkan dengan membawa setelan baju dan celana saya juga membawa dress. Sebelum berangkat trip, saya sempat googling fashion di Jepang terutama Tokyo dan Osaka. Asli modis banget! Karena nggak mau terlihat udik, maka saya persiapkan baju yang bisa di mix and match :D. Daripada jaket, saya membawa coat hangat dan beberapa sweater karena udara cukup sejuk sekitar 20 derajat. Sekali lagi look fashionable saat liburan itu perlu! Backpacker dalam kamus saya bukanlah gembel!

IMG_20151012_153117DSC_0940

IMG-20151016-WA0018

 

Makanan Instan

20150718_225437

Sebenarnya makanan instan ini tidak perlu membawa banyak, hanya untuk jaga-jaga terutama disaat kita sudah menghabiskan dana lebih dari yang direncanakan. Saya pribadi membawa beberapa sachet energen dan susu (karena saya tidak suka kopi). Saya juga diberi biskuit keras semacam gabin oleh host saya di Vietnam just in case ketika saya kelaparan/ingin menghemat uang selama perjalanan.

 

Perlengkapan Gadget

Tidak mungkin bepergian tanpa gadgetmu kan? Hanya saja terlalu banyak gadget akan membuatmu ribet sendiri. Barang yang tidak boleh dilupakan saat bepergian adalah HP, kamera, charger, headset dan power bank. Power bank sangat bermanfaat sekali saat melakukan perjalanan jauh dan tidak menemukan plug. Apalagi bila HP kita termasuk jenis smart phone yang boros baterai. Sedangkan headset ampuh banget untuk membantu saya tidur di tempat umum seperti bandara dan selama perjalanan malam di bus. Satu lagi yang tidak kalah penting adalah International Plug (bila negara tujuan berbeda dengan plug di Indonesia). Kenali negara tujuan dan bentuk plug yang mereka gunakan, jangan sampai sudah kece sampai di luar negeri tapi tidak bisa motret sana sini :D.

Aplikasi 

Apa gunanya aplikasi saat perjalanan? Penting banget loh, ini bisa membantumu. Jangan cuma sosmed aja yang ada di smart phonemu! Aplikasi yang sangat membantu saya adalah yang berkaitan dengan transportasi, akomodasi, rekomendasi tempat wisata (bisa diminimalisir dengan googling semua tempat sebelum pergi), penerjemah/translator, offline map (penting sekali kalau kita tidak ada koneksi internet), dan situs yang menawarkan diskon! Aplikasi ini berbeda setiap negara tujuanmu, bisa dicari sendiri ya :D.

Alat Tulis dan Dokumen

FB_IMG_1452573784893
Pictures by Bondan. So inspiring and lovely isn’t it?
  1. Dokumen yang diperlukan seperti bukti print tiket pesawat dan boarding pass. Kejadian tidak mengenakkan saat saya menunjukkan e-boarding pass saya di bandara Ngurah Rai dan lolos. Namun saat penerbangan lanjutan menuju Tokyo di Kuala Lumpur, saya tertahan dan tidak bisa masuk karena tidak punya bukti print boarding pass. Jadi meskipun sudah era digital, tetap saja hard copy diperlukan :'(.
  2. Paspor.
  3. Visa (bila diperlukan).
  4. Buat salinan paspor, KTP, surat ijin, tiket pesawat, bukti pemesanan hotel, itinerary dan hal penting lainnya dalam bentuk soft copy di gadgetmu dan hard copy. Hal ini untuk berjaga-jaga apabila kehilangan identitas saat melakukan perjalanan.
  5. Notes. Ini berguna banget untuk mencatat pengeluaran secara manual, meskipun bisa juga ditulis di gadgetmu. Notes ini juga berguna ketika saya bertemu dengan orang lokal dan kami sama sekali tidak bisa berkomunikasi. Selain menulis, bisa juga untuk menggambar sehingga membantu penjelasan kepada orang lokal .
  6. Pena warna hitam. Ini yang saya lupa. Duh! Saya malah membawa pena warna lain, warna merah! Dan ini terulang lagi saat kunjungan saya ke Tokyo. Oleh sebab itu saya ingat baik-baik untuk membawa pena warna hitam. Bisa saja sih pinjam, tapi bagi saya lebih tenang kalau barang sekecil apapun yang dibutuhkan sudah disiapkan. Pada saat mengisi lembaran custom menuju Krabi, saya terpaksa mengisi di bandara dan menjadi penumpang yang keluar terakhir. Untung saja jumlah penumpang sedikit dan bandaranya kecil. Pesan saya, save time as much as we can! Dengan begitu kita punya waktu lebih untuk kegiatan yang lain, dan sekaligus menghemat uang untuk membeli pena.
  7. Amplop. Saya menyiapkan 2 buah amplop untuk memisah uang saku trip ke beberapa bagian. Ini trik supaya kita tidak membawa semua uang dala dompet kita sekaligus. Apabila kita kehilangan dompet atau dicopet, kita masih punya spare uang dalam tas. Namun ingat, uang yang ditaruh dalam amplop ini sebisa mungkin ada di tempat tersembunyi dalam backpackmu.

 

Lain-lain

Berikut bawaan saya yang lain yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan1

  1. Sandal jepit dan sepatu juga harus ada dalam daftar. Pilih sepatu kets yang nyaman karena selama trip kamu akan banyak berjalan. Jangan lupakan kaos kaki, setidaknya 2 pasang. High heels sih memang terlihat cantik di kaki, namun sangat tidak nyaman saat berjalan jauh atau harus menaiki tangga. Boots? Terlihat bagus di kaki memang, apalagi di Tokyo! Namun boots yang tidak nyaman malah menghentikan langkahmu untuk menjelajah, sama seperti pengalaman saya waktu di Osaka karena alas boots saya yang terlalu datar. So, be a smart traveler!
  1. Dry bag. Wajib membawa dry bag bila kamu melakukan wisata air untuk melindungi gadget. Nggak ada yang mau kan liburanmu jadi kacau karena gadgetmu mati terkena air? Saat tidak dipakai dry bag bisa berfungsi sebagai tempat baju dalam backpackmu untuk menghemat tempat.
  2. Buku bacaan tidak pernah lupa dari yang saya gunakan untuk mengisi waktu saat menunggu penerbangan. Buku bacaan juga ampuh untuk membantu saya cepat tidur malam harinya supaya besok tetap dapat bangun pagi.
  3. Botol minum.
  4. Masker dan sarung tangan.

Semua barang yang disebutkan diatas bisa masuk ke dalam backpack saya yang hanya berukuran 55L dan tidak lebih dari aturan berat bagasi yaitu 7kg. Jadi, tunggu apalagi? Segera kemas barang dan nikmati liburanmu!

 

Iklan

28 tanggapan untuk “Persiapan Backpacking Anti Galau Ala Odilia

  1. Komplet bangeeet 🙂 sebagian besar sama bawaan kita Dil. Aku skip bagian kosmetik aja haha. Pernah tuh aku lupa bawa balsem, sedangkan gel penghilang nyeri nggak mempan pas kaki terkilir di HK, luar biasa menyiksaaaa. Koyo aku gak pernah bawa, tapi bolehlah untuk trip selanjutnya aku bawa 🙂

    Suka

    1. Kosmetik ga di skip juga boleh biar makin cantik ahahaha^^!

      Aku sendirinya nggak begitu cocok sama balsem soalnya abis dipake dingin banget hehe. Jadi sesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masinglah ya^^~

      Koyo membantu banget loh apalagi kalau trip berkepanjangan kayak aku kemaren hehe…

      Suka

    1. Long john itu kewajiban banget! Lalu sweater yang press body. Pakai baju yang press body tujuannya adalah meminimalisir udara masuk ke rongga tubuh lewat celah antara baju dan kulit. Selain itu harus bawa jaket tebal tentunya^^

      Semoga cukup membantu^^

      Disukai oleh 1 orang

  2. Thank you so much infonya.. aku nubie dan berencana solo traveler ke sin malaysia dan melaka.. tp msh bnr2x bingung sedikit takut juga siy.. 😁 ada saran apa yg hrs dilakukan ktika traveling solo..

    Suka

    1. Halo Mba Beniyati terimakasih sudah mampir. Bisa dijadikan pertimbangan apa yang saya sudah ditulis diatas untuk perlengkapannya tentunya disesuaikan dengan pribadi masing-masing ya mana yang cocok. Saran saya sebelum pergi benar-benar buat itinerary dan keterangan yang detail. Hal ini sangat membantu sekali ketika di lapangan.

      Contohnya saja ketika sampai di Singapore, kala itu saya masih newbie banget saya takut mau kemana-mana, padahal Singapore itu kecil, maju, dan lebih mudah untuk dijelajahi. Karena kurangnya persiapan dimana seharusnya membeli day pass MRT dan bagaimana cara ke tempat tujuan akhirnya saya tersesat, habis waktu, dan capek berjalan. Padahal saya sudah bawa itinerary tempat mana yg ingin saya kunjungi tapi kurang lengkap. Saran saya benar-benar siapkan sebaik mungkin informasi yang diperlukan serta bookingan hostel serta serach tentang kemungkinan scam yang pernah terjadi di tempat tujuan. Kiranya ini membantu untuk persiapan tripnya

      Suka

      1. untuk pemula lebih baik kemana ya? saya ingin backpacker tiga negara sing, malay dan thai tapi untuk di thailand masih bingung dengan tempat wisatanya.. supaya tidak terlalu jauh dan bisa dilakukan dalam waktu 5 hari saja..
        thx.. 😀

        Suka

      2. Kalau tiga negara dalam waktu 5 hari saya rasa terlalu mepet dan tidak puas. Setidaknya sediakan waktu 1 minggu sehingga bisa menikmati tempat tujuan dengan santai dan tidak capek.Saya rasa Singapore sangat mudah untuk pemula karena kendaraan untuk berkeliling cukup dengan MRT, hanya saja sedikit mahal. Thailand juga jadi opsi yang menarik, apalagi Bangkok dan Krabi. Saya kurang terkesang dengan Phuket.

        Suka

  3. Lengkap betuuul. Luv luv.
    Dari tadi penasaran sama LAG. Yg maks 1 liter LAG dalam kabin itu termasuk yg kosmetik gak ya? Apa toiletries sama kosmetik yg krim, makeup remover sama printilan cair itu yg totalnya gak boleh lebih dari 1 liter?

    Suka

    1. Semua cairan apapun tipenya : kosmetik maupun obat-obatan maksimal dalam kemasan 100ml dan totalnya tidak boleh lebih dari 1L. Meskipun isinya tinggal sedikit kalau kemasannya 150ml pasti diambil oleh petugas bandara. Sayang kan yaaa apalagi kalau kosmetiknya mahal T.T

      Suka

  4. untuk biaya akomodasi keseluruhan totalnya berapa kak? aku berencana solo traveler, cuman masih ragu soal biaya, mohon bantuannya 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s